Jumat, 26 Agustus 2016
CerahSejarah & Wisata

Pusthun, Perempuan-perempuan Cantik yang Patriotik
Jumat, 31 Mei 2013[4064]
Pusthun, Perempuan-perempuan Cantik yang Patriotik
NET/KISUTA.COM

PUSTHUN atau Fushtun menjadi istilah yang merebak setelah terkuak rekaman percakapan dan transkrip antara 2 tersangka dugaan kasus korupsi pengaturan impor sapi Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah. Dalam rekaman tersebut tercetus kata wanita Pustun (Pushtun) yang kemudian dikait-kaitkan dengan seorang remaja cantik keturunan Arab bernama Darin Mumtazah.

Dari berbagai data yang diperoleh kisuta.com, Pushtun dikenal juga dengan nama Fusthun, Pasthun, Pashto, Pakhtun, Pathan, dan Paxtun adalah satu suku yang tinggal di Pakistan dan Afghanistan. Suku Pusthun dikenali melalui ethno-linguistik yang terdapat di timur dan selatan Afghanistan, Balochistan, dan wilayah Pakistan. Kaum Pashtun yang beragama Islam, menggunakan bahasa Pashto dan bahasa Pashtunwali. Budaya suku Pushtun dapat dilihat di Peshawar dan Kandahar.

Pushtun terkenal karena perempuan-perempuannya berwajah cantik. Berbalut kerudung, perempuan-perempuan Pusthun memancarkan kecantikan yang begitu terkenal di dunia. Berkulit putih bersih, mata bulat, alis bak sayap elang, dan bibir merah. Itulah gambaran kecantikan perempuan-perempuan Pushtun.

Kecantikan perempuan-perempuan Pusthun bisa dilihat saat digelar Festival Sibi Mela, festival yang sudah berusia ratusan tahun. Festival yang awalnya pasar musiman ini, menjadi tempat penduduk suku Pusthun bersuka ria. Tak hanya menyaksikan hewan-hewan yang dipamerkan penduduk, wisatawan bisa ikut menari dan mencicipi aneka kuliner lezat. Saat itulah, perempuan-perempuan Pusthun ikut bersuka ria di festival yang digelar di wilayah Balochistan, 160 km dari lembah Quetta.

Selain cantik, wanita-wanita Pushtun terkenal berani, karena mereka mengalami tekanan di negaranya yang kental dengan nilai-nilai patriarki. Perempuan-perempuan Pushtun ini berani karena mengalami tekanan di negaranya yang sedang berkonflik dan kental dengan nilai-nilai patriarki.

Mereka menyuarakan pendapatnya melalui blog, menjadi seniman, sastrawati hingga politisi. Beberapa di antaranya ditembak menjadi martir. Anda mungkin masih ingat Malala Yousafzai, gadis Pakistan suku Pushtun yang menjadi pejuang pendidikan di usianya yang masih sangat belia, 14 tahun. Malala ditembak oleh kelompok Taliban saat berada di bus sekolah di Pakistan pada Oktober 2012 lalu.

Aktivitas Malala yang kerap menyerukan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan dan kecamannya terhadap Taliban, telah membuat marah kelompok militan itu. Malala yang terkena tembakan di kepala, lolos dari percobaan pembunuhan itu. Malala juga dinominasikan sebagai salah satu penerima Nobel Perdamaian tahun 2013 atas kiprahnya tersebut.* Ati Suprihatin - kisuta.com




Lainnya
Mekah
Kota Suci Penuh Berkah
Senin, 22 Agustus 2016
Jabal Uhud
Bukit Merah, Makam 70 Syuhada
Jumat, 19 Agustus 2016
Jabal Rahmah
Bukit Kasih Sayang di Padang Gersang
Selasa, 16 Agustus 2016
Kampung Di Atas Awan
Kampung nan Damai di Balik Awan Manggarai
Sabtu, 13 Agustus 2016

Terbaru
Dongeng Pasosore
Poék
Jumat, 26 Agustus 2016
Fikmin
Nomer Hénpun
Jumat, 26 Agustus 2016
Inspirasi
Modal
Jumat, 26 Agustus 2016
Semangat pagi...
Meraih Mabrur
Jumat, 26 Agustus 2016

Terpopuler
World Naked Bike Ride Day
Ketika Ratusan Orang Bugil Bersepeda Keliling Kota
Minggu, 31 Juli 2016[326]
Muhammad
Pria Muslim China Ini Berhaji Naik Sepeda 8.150 Kilometer
Selasa, 23 Agustus 2016[288]
Tips Kesehatan
Lima Manfaat Bercinta di Pagi Hari
Sabtu, 30 Juli 2016[234]