Sejarah dan Wisata
Pusthun, Perempuan-perempuan Cantik yang Patriotik
Jumat, 31 Mei 2013 07:27 wib
Dilihat: 3780 kali
NET/KISUTA.COM
cerah lainnya
Kecemasan Yudhistira 27/05Jaka Wandara 26/05Satyaki yang Perkasa 25/05Prabu Hiranyakasipu 24/05Kesaktian Duryudana 23/05Inilah Buku Termahal Itu, Berharga Rp 15,5 Miliar 23/05Udang Karang Langka, Si Cantik Unik dari Papua 23/05Lima Maharaja Jawadwipa 22/05Baju Perang Pinjaman 21/05Begawan Danu, Maharesi Pujangga Medang Kamulan 20/05"The Wave", Pahatan Indah Sang Angin 20/05Senjata Sakti Srutayudha 19/05Mahadewa Buda 18/05Raja Sindhu 17/05Tirtamarta Kamandanu 15/05Inilah Batu Akik Termahal Itu, Harganya Rp 397 Miliar 15/05Kedukaan Orang Tua 14/05Inilah Lukisan Wanita Telanjang Berharga Rp 2,3 Triliun Itu 14/05Jaka Sengkala 13/05Abimanyu Gugur 12/05Cupu Linggamanik 11/05Abimanyu yang Gagah Berani 10/05Batara Narada 10/05Abimanyu 08/05Gendeng Permoni, Demit Setra Gandamayit 07/05Bhogadetta Gugur 06/05Lahirnya Batara Kala 05/05Bhogadetta yang Gagah Berani 04/05Tutunggangan Sanghyang Girinata 03/05Negara Kecil yang Baru Diproklamasikan Ini Belum Memiliki Satupun Bangunan 03/05

PUSTHUN atau Fushtun menjadi istilah yang merebak setelah terkuak rekaman percakapan dan transkrip antara 2 tersangka dugaan kasus korupsi pengaturan impor sapi Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah. Dalam rekaman tersebut tercetus kata wanita Pustun (Pushtun) yang kemudian dikait-kaitkan dengan seorang remaja cantik keturunan Arab bernama Darin Mumtazah.

Dari berbagai data yang diperoleh kisuta.com, Pushtun dikenal juga dengan nama Fusthun, Pasthun, Pashto, Pakhtun, Pathan, dan Paxtun adalah satu suku yang tinggal di Pakistan dan Afghanistan. Suku Pusthun dikenali melalui ethno-linguistik yang terdapat di timur dan selatan Afghanistan, Balochistan, dan wilayah Pakistan. Kaum Pashtun yang beragama Islam, menggunakan bahasa Pashto dan bahasa Pashtunwali. Budaya suku Pushtun dapat dilihat di Peshawar dan Kandahar.

Pushtun terkenal karena perempuan-perempuannya berwajah cantik. Berbalut kerudung, perempuan-perempuan Pusthun memancarkan kecantikan yang begitu terkenal di dunia. Berkulit putih bersih, mata bulat, alis bak sayap elang, dan bibir merah. Itulah gambaran kecantikan perempuan-perempuan Pushtun.

Kecantikan perempuan-perempuan Pusthun bisa dilihat saat digelar Festival Sibi Mela, festival yang sudah berusia ratusan tahun. Festival yang awalnya pasar musiman ini, menjadi tempat penduduk suku Pusthun bersuka ria. Tak hanya menyaksikan hewan-hewan yang dipamerkan penduduk, wisatawan bisa ikut menari dan mencicipi aneka kuliner lezat. Saat itulah, perempuan-perempuan Pusthun ikut bersuka ria di festival yang digelar di wilayah Balochistan, 160 km dari lembah Quetta.

Selain cantik, wanita-wanita Pushtun terkenal berani, karena mereka mengalami tekanan di negaranya yang kental dengan nilai-nilai patriarki. Perempuan-perempuan Pushtun ini berani karena mengalami tekanan di negaranya yang sedang berkonflik dan kental dengan nilai-nilai patriarki.

Mereka menyuarakan pendapatnya melalui blog, menjadi seniman, sastrawati hingga politisi. Beberapa di antaranya ditembak menjadi martir. Anda mungkin masih ingat Malala Yousafzai, gadis Pakistan suku Pushtun yang menjadi pejuang pendidikan di usianya yang masih sangat belia, 14 tahun. Malala ditembak oleh kelompok Taliban saat berada di bus sekolah di Pakistan pada Oktober 2012 lalu.

Aktivitas Malala yang kerap menyerukan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan dan kecamannya terhadap Taliban, telah membuat marah kelompok militan itu. Malala yang terkena tembakan di kepala, lolos dari percobaan pembunuhan itu. Malala juga dinominasikan sebagai salah satu penerima Nobel Perdamaian tahun 2013 atas kiprahnya tersebut.* Ati Suprihatin - kisuta.com

www.kisuta.com
redaksi@kisuta.com
facebook.com/kisutacom
twitter.com/kisutacom