Sejarah dan Wisata
Pusthun, Perempuan-perempuan Cantik yang Patriotik
Jumat, 31 Mei 2013 07:27 wib
Dilihat: 3512 kali
NET/KISUTA.COM
cerah lainnya
Pelajaran Krishna 30/03Lynx, Kucing Indah yang Paling Misterius 30/03Jangka Jayabaya 29/03Kepiting Vampir Makin Populer Jadi Hewan Peliharaan 29/03Upaya Menumbuhkan Kembali Pohon Raksasa Redwood 29/03Saat-saat Menjelang Perang 28/03Petaka Kakawin Bharatayuda 27/03Inilah Gua Terdalam di Dunia 27/03Rukmini 26/03Balarama 24/03Senapati Agung Kurawa 22/03Inilah Jalan Paling Menakutkan di Dunia 21/03Perang Panjalu-Jenggala 20/03Senapati Agung Pandawa 19/03Cantik dengan Hiasan Rambut Orang Mati 19/03Ikatan Darah dan Kewajiban 17/03The Lotus Building, Kemegahan nan Indah Bunga Teratai Raksasa 17/03Keluhuran Budi Dewi Setiowati 16/03Inilah Stasiun Televisi Islam di Australia Itu 16/03Batu Langka di Jepang yang Mirip Bunga Sakura 16/03Perutusan Krishna 15/03Keren, Indonesia Nomor Satu Bangsa Trilingual di Dunia 13/03Tidak Sejengkal Tanah pun 13/03Perutusan Sanjaya 11/03Prabu Udrayana 10/03Salya Melawan Kemenakan Sendiri 09/03Kutukan Kematian Prabu Parikesit 08/03Telaga nan Romantis, Surga para Pemancing 08/03Nahusha 07/03Bambang Sancamuka 06/03

PUSTHUN atau Fushtun menjadi istilah yang merebak setelah terkuak rekaman percakapan dan transkrip antara 2 tersangka dugaan kasus korupsi pengaturan impor sapi Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah. Dalam rekaman tersebut tercetus kata wanita Pustun (Pushtun) yang kemudian dikait-kaitkan dengan seorang remaja cantik keturunan Arab bernama Darin Mumtazah.

Dari berbagai data yang diperoleh kisuta.com, Pushtun dikenal juga dengan nama Fusthun, Pasthun, Pashto, Pakhtun, Pathan, dan Paxtun adalah satu suku yang tinggal di Pakistan dan Afghanistan. Suku Pusthun dikenali melalui ethno-linguistik yang terdapat di timur dan selatan Afghanistan, Balochistan, dan wilayah Pakistan. Kaum Pashtun yang beragama Islam, menggunakan bahasa Pashto dan bahasa Pashtunwali. Budaya suku Pushtun dapat dilihat di Peshawar dan Kandahar.

Pushtun terkenal karena perempuan-perempuannya berwajah cantik. Berbalut kerudung, perempuan-perempuan Pusthun memancarkan kecantikan yang begitu terkenal di dunia. Berkulit putih bersih, mata bulat, alis bak sayap elang, dan bibir merah. Itulah gambaran kecantikan perempuan-perempuan Pushtun.

Kecantikan perempuan-perempuan Pusthun bisa dilihat saat digelar Festival Sibi Mela, festival yang sudah berusia ratusan tahun. Festival yang awalnya pasar musiman ini, menjadi tempat penduduk suku Pusthun bersuka ria. Tak hanya menyaksikan hewan-hewan yang dipamerkan penduduk, wisatawan bisa ikut menari dan mencicipi aneka kuliner lezat. Saat itulah, perempuan-perempuan Pusthun ikut bersuka ria di festival yang digelar di wilayah Balochistan, 160 km dari lembah Quetta.

Selain cantik, wanita-wanita Pushtun terkenal berani, karena mereka mengalami tekanan di negaranya yang kental dengan nilai-nilai patriarki. Perempuan-perempuan Pushtun ini berani karena mengalami tekanan di negaranya yang sedang berkonflik dan kental dengan nilai-nilai patriarki.

Mereka menyuarakan pendapatnya melalui blog, menjadi seniman, sastrawati hingga politisi. Beberapa di antaranya ditembak menjadi martir. Anda mungkin masih ingat Malala Yousafzai, gadis Pakistan suku Pushtun yang menjadi pejuang pendidikan di usianya yang masih sangat belia, 14 tahun. Malala ditembak oleh kelompok Taliban saat berada di bus sekolah di Pakistan pada Oktober 2012 lalu.

Aktivitas Malala yang kerap menyerukan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan dan kecamannya terhadap Taliban, telah membuat marah kelompok militan itu. Malala yang terkena tembakan di kepala, lolos dari percobaan pembunuhan itu. Malala juga dinominasikan sebagai salah satu penerima Nobel Perdamaian tahun 2013 atas kiprahnya tersebut.* Ati Suprihatin - kisuta.com

www.kisuta.com
redaksi@kisuta.com
facebook.com/kisutacom
twitter.com/kisutacom