Sejarah dan Wisata
Pusthun, Perempuan-perempuan Cantik yang Patriotik
Jumat, 31 Mei 2013 07:27 wib
Dilihat: 1836 kali
NET/KISUTA.COM
cerah lainnya
Beginilah Cara Cina Belajar Senyum 18/04Mengusung "Penis", Memperingati Kesuburan 16/04Balapan Sepeda Ekstrem di Kota Warisan Dunia 13/04“Penis Dog” Itu Sangat Digemari Gadis-gadis Remaja 12/04Cangkir Kecil Ini Terjual Rp 406 Miliar 10/04Banyak Koin untuk Kembali ke Roma 10/04Keindahan "Negeri Dongeng" yang Memabukkan 06/04Amtrak, Surga Baru para Pengarang 04/04Akuarium Paling Wah Sejagat, Baru Dibuka Pecahkan Lima Rekor Dunia 02/04Menikmati Hidup Jadi Petani di Pentingsari 30/03Keindahan di Balik Bumi Tandus Gunungkidul 26/03Jonathan, Kura-kura Raksasa Berumur 182 Tahun 25/03"Nyoreang" Sunda di Museum Sri Baduga 17/03Bertengger Megah di Batu Karang, Hunian Hantu Gentayangan 15/03Mau Punya Momongan? Sentuhlah Penis Patung Wartawan Itu 14/03Saat Ribuan Pria Jepang Telanjang, Memperebutkan Tongkat Keberuntungan 10/03Maka, Mengalunlah Nada-nada Indah dari Bongkahan-bongkahan Batu Itu 02/03Nasib Badak di Ujung Cula 01/03Berdandan Unik Saat Mencari Cinta 28/02Mendadak Kaya Saat Temukan Koin Emas Senilai Rp 116 Miliar 26/02Menikmati Sensasi Terbang Berboncengan di Atas Pantai 26/02Tempat Indah Mengintip Keajaiban Dunia 25/02Menikmati Kejutan Tongseng Pak Kribo 24/02Penduduk dan Wisatawan pun Bebas Hilir Mudik tanpa Busana 20/02Bau Badan akan Gantikan Paspor 16/02Mayoritas "Penduduknya" Kelinci yang Ramah dan Bersahabat 16/02Candi Borobudur pun Ditutup Sementara 15/02Ferrari Jadul Ini Harganya Rp 477 Miliar 13/02Elok Kemilau di Antara Seribu Pulau 02/02Mimpi Korsel Mempunyai "Kota Robot" 29/01

PUSTHUN atau Fushtun menjadi istilah yang merebak setelah terkuak rekaman percakapan dan transkrip antara 2 tersangka dugaan kasus korupsi pengaturan impor sapi Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah. Dalam rekaman tersebut tercetus kata wanita Pustun (Pushtun) yang kemudian dikait-kaitkan dengan seorang remaja cantik keturunan Arab bernama Darin Mumtazah.

Dari berbagai data yang diperoleh kisuta.com, Pushtun dikenal juga dengan nama Fusthun, Pasthun, Pashto, Pakhtun, Pathan, dan Paxtun adalah satu suku yang tinggal di Pakistan dan Afghanistan. Suku Pusthun dikenali melalui ethno-linguistik yang terdapat di timur dan selatan Afghanistan, Balochistan, dan wilayah Pakistan. Kaum Pashtun yang beragama Islam, menggunakan bahasa Pashto dan bahasa Pashtunwali. Budaya suku Pushtun dapat dilihat di Peshawar dan Kandahar.

Pushtun terkenal karena perempuan-perempuannya berwajah cantik. Berbalut kerudung, perempuan-perempuan Pusthun memancarkan kecantikan yang begitu terkenal di dunia. Berkulit putih bersih, mata bulat, alis bak sayap elang, dan bibir merah. Itulah gambaran kecantikan perempuan-perempuan Pushtun.

Kecantikan perempuan-perempuan Pusthun bisa dilihat saat digelar Festival Sibi Mela, festival yang sudah berusia ratusan tahun. Festival yang awalnya pasar musiman ini, menjadi tempat penduduk suku Pusthun bersuka ria. Tak hanya menyaksikan hewan-hewan yang dipamerkan penduduk, wisatawan bisa ikut menari dan mencicipi aneka kuliner lezat. Saat itulah, perempuan-perempuan Pusthun ikut bersuka ria di festival yang digelar di wilayah Balochistan, 160 km dari lembah Quetta.

Selain cantik, wanita-wanita Pushtun terkenal berani, karena mereka mengalami tekanan di negaranya yang kental dengan nilai-nilai patriarki. Perempuan-perempuan Pushtun ini berani karena mengalami tekanan di negaranya yang sedang berkonflik dan kental dengan nilai-nilai patriarki.

Mereka menyuarakan pendapatnya melalui blog, menjadi seniman, sastrawati hingga politisi. Beberapa di antaranya ditembak menjadi martir. Anda mungkin masih ingat Malala Yousafzai, gadis Pakistan suku Pushtun yang menjadi pejuang pendidikan di usianya yang masih sangat belia, 14 tahun. Malala ditembak oleh kelompok Taliban saat berada di bus sekolah di Pakistan pada Oktober 2012 lalu.

Aktivitas Malala yang kerap menyerukan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan dan kecamannya terhadap Taliban, telah membuat marah kelompok militan itu. Malala yang terkena tembakan di kepala, lolos dari percobaan pembunuhan itu. Malala juga dinominasikan sebagai salah satu penerima Nobel Perdamaian tahun 2013 atas kiprahnya tersebut.* Ati Suprihatin - kisuta.com

www.kisuta.com
redaksi@kisuta.com
facebook.com/kisutadotcom
twitter.com/kisutadotcom