Sejarah dan Wisata
Pusthun, Perempuan-perempuan Cantik yang Patriotik
Jumat, 31 Mei 2013 07:27 wib
Dilihat: 2721 kali
NET/KISUTA.COM
cerah lainnya
Ganapati Sang Juru Tulis 30/10Presiden China Gerah, Gedung Surat Kabar Pemerintah Mirip Alat Kelamin Pria 23/10Kapal Terbesar di Dunia Ini Mampu Mengangkut 10.000 Ekor Gajah Afrika 22/10Perjalanan Kilat Tiga Sahabat, Kunjungi 19 Negara dalam Waktu 23 Jam 33 Menit 21/10Inilah Harta Karun Terbesar Sepanjang Sejarah 20/10Skipchen, Sajian Menu Lezat dari Makanan Kadaluarsa 15/10Restoran Ini Bebaskan Pengunjung Bayar Sesuka Hati 14/10Mata Uang Negara Berpenduduk 1.600 Orang Ini, Bergambar Donald Duck dan Minnie Mouse 11/10Tidur Menggantung di Atas Jurang Terjal Ribuan Meter 11/10Quoll, Sekali Bercinta Setelah Itu Mati 07/10Inilah Jembatan Paling Mengerikan Itu... 06/10Keindahan yang Unik Sekaligus Keunikan yang Indah 03/10Purnama Merah Darah Terlihat di Indonesia pada 8 Oktober 2014 02/10Harapan Si Kembar dengan Labu Raksasanya 02/10Laut Terbesar Keempat Sejagat Ini Kini Kering Kerontang 01/10Robohnya Patung Masyhur Vladimir Lenin 29/09Surga Keindahan Pantai Tropis 20/09David Rahimi, Pemilik Pertama iPhone 6 19/09Jika Bumi Kentut... 17/09Titian Indah di Rumah Awan 14/09Pedang Berusia 3 Ribu Tahun Ini Ditemukan Seorang Bocah 10/09Hotel Bergelar Bintang Tujuh Itu... 10/09Hati-hati di Tanah Suci, Bisa Tertipu Petugas Haji Palsu 08/09Ada Lowongan Pekerjaan di Kuil Shaolin 07/09830 Tahun "Vakum", Universitas Nalanda Kembali Dibuka 03/09Liburan di Alam Liar, Satu Keluarga Tangkap Buaya Raksasa 01/09Nyotaimori, Menikmati Sushi di Atas Tubuh Wanita Telanjang 31/08Lezatnya Bisnis Daging Tikus... 30/08Kota Paling "Cantik" di Dunia, Hanya Dihuni Kaum Perempuan 28/08Tikus Raksasa Berbisa yang Langka Tertangkap di Kutai 26/08

PUSTHUN atau Fushtun menjadi istilah yang merebak setelah terkuak rekaman percakapan dan transkrip antara 2 tersangka dugaan kasus korupsi pengaturan impor sapi Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah. Dalam rekaman tersebut tercetus kata wanita Pustun (Pushtun) yang kemudian dikait-kaitkan dengan seorang remaja cantik keturunan Arab bernama Darin Mumtazah.

Dari berbagai data yang diperoleh kisuta.com, Pushtun dikenal juga dengan nama Fusthun, Pasthun, Pashto, Pakhtun, Pathan, dan Paxtun adalah satu suku yang tinggal di Pakistan dan Afghanistan. Suku Pusthun dikenali melalui ethno-linguistik yang terdapat di timur dan selatan Afghanistan, Balochistan, dan wilayah Pakistan. Kaum Pashtun yang beragama Islam, menggunakan bahasa Pashto dan bahasa Pashtunwali. Budaya suku Pushtun dapat dilihat di Peshawar dan Kandahar.

Pushtun terkenal karena perempuan-perempuannya berwajah cantik. Berbalut kerudung, perempuan-perempuan Pusthun memancarkan kecantikan yang begitu terkenal di dunia. Berkulit putih bersih, mata bulat, alis bak sayap elang, dan bibir merah. Itulah gambaran kecantikan perempuan-perempuan Pushtun.

Kecantikan perempuan-perempuan Pusthun bisa dilihat saat digelar Festival Sibi Mela, festival yang sudah berusia ratusan tahun. Festival yang awalnya pasar musiman ini, menjadi tempat penduduk suku Pusthun bersuka ria. Tak hanya menyaksikan hewan-hewan yang dipamerkan penduduk, wisatawan bisa ikut menari dan mencicipi aneka kuliner lezat. Saat itulah, perempuan-perempuan Pusthun ikut bersuka ria di festival yang digelar di wilayah Balochistan, 160 km dari lembah Quetta.

Selain cantik, wanita-wanita Pushtun terkenal berani, karena mereka mengalami tekanan di negaranya yang kental dengan nilai-nilai patriarki. Perempuan-perempuan Pushtun ini berani karena mengalami tekanan di negaranya yang sedang berkonflik dan kental dengan nilai-nilai patriarki.

Mereka menyuarakan pendapatnya melalui blog, menjadi seniman, sastrawati hingga politisi. Beberapa di antaranya ditembak menjadi martir. Anda mungkin masih ingat Malala Yousafzai, gadis Pakistan suku Pushtun yang menjadi pejuang pendidikan di usianya yang masih sangat belia, 14 tahun. Malala ditembak oleh kelompok Taliban saat berada di bus sekolah di Pakistan pada Oktober 2012 lalu.

Aktivitas Malala yang kerap menyerukan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan dan kecamannya terhadap Taliban, telah membuat marah kelompok militan itu. Malala yang terkena tembakan di kepala, lolos dari percobaan pembunuhan itu. Malala juga dinominasikan sebagai salah satu penerima Nobel Perdamaian tahun 2013 atas kiprahnya tersebut.* Ati Suprihatin - kisuta.com

www.kisuta.com
redaksi@kisuta.com
facebook.com/kisutacom
twitter.com/kisutacom