Senin, 21 Oktober 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Ramadhan di Albania
Nikmatnya Sahur dan Buka Diiringi Beduk Lodra
Jumat, 24 Juni 2016[581]
Nikmatnya Sahur dan Buka Diiringi Beduk Lodra
NET

MUSLIM di Albania, salah satu negara Eropa yang penduduknya banyak Muslim, mempunyai tradisi memukul beduk yang bernama Lodra. Bedanya dengan Indonesia, kesenian beduk Lodra ini menggunakan dua tabung yang masing-masing menggunakan kulit kambing dan domba.*

KISUTA.com - Setiap negara mempunyai tradisi saat bulan Ramadhan. Momen yang datang hanya satu kali dalam setahun ini selalu ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Tidak hanya karena keistimewaanya sebagai bulan ibadah, namun juga berbagai tradisi dan kemeriahan yang hanya bisa ditemukan di bulan ini.

 

Di antara tradisi saat Ramadhan yang hampir ada di setiap negara, adalah memukul beduk. Memang pada awalnya beduk digunakan Nabi Muhammad untuk menandai awal salat. Namun setelah diperkenalkan adzan, beduk tak dipergunakan lagi.

 

Muslim di Albania, salah satu negara Eropa yang penduduknya banyak Muslim, mempunyai tradisi memukul beduk yang bernama Lodra. Bedanya dengan Indonesia, kesenian beduk Lodra ini menggunakan dua tabung yang masing-masing menggunakan kulit kambing dan domba. Pemukulnya menggunakan dua stik yang berbeda saat memukul. Inilah yang membuat beduk Lodra khas menghasilkan dua jenis suara. Biasanya Lodra akan dikombinasikan dengan perkusi serta alat musik tiup lainnya, sehingga Lodra mirip dengan marching band.

 

Sebenarnya Lodra merupakan musik tradisional kaum Gypsy. Namun seiring perkembangan, kesenian ini juga kerap digunakan saat membangunkan orang ketika sahur. Seniman Lodra terkadang juga diundang khusus untuk mengiringi sahur atau biasa disebut dengan Syfyr dan buka puasa atau Iftar.

 

Suasana akrab pun terjalin dalam balutan budaya. Tak hanya itu, orang non-muslim di Albania, biasanya menyediakan menu buka puasa. Menambah suasana kedekatan dan solidaritas di negara pecahan Yugoslavia tersebut. Semarak Lodra terus berlangsung hingga akhir Ramadhan. Saat lebaran, Lodra akan lebih semarak lagi. Semua kalangan berkumpul, termasuk non-muslim. Lodra sudah menjadi bagian dari pesta rakyat di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

 

Sementara itu, menu khas umat muslim Albania adalah byrek dan roti pita. Byrek semacam kue pie berisi daging dan bayam. Sedangkan roti pita dimakan dengan olesan keju, krim, mentega atau selai.* Ati - kisuta.com


TAG TERKAIT