Jumat, 14 Desember 2018Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Masjid Muslim Kobe, Jepang
Kokoh Menghadapi Gempuran Bom dan Goncangan Gempa
Sabtu, 2 Juli 2016[510]
Kokoh Menghadapi Gempuran Bom dan Goncangan Gempa
NET

MASJID Muslim Kobe yang berada di Nakayamate Dori, Chou-Ku merupakan masjid pertama yang dibangun di Jepang pada tahun 1928. Pembangunan yang diprakarsai seorang pedagang muslim dari India dan didanai oleh Komite Islam Kobe ini, memakan waktu tujuh tahun dan masjid ini dibuka pertama kali pada bulan Oktober 1935.*

KISUTA.com - Negeri “Matahari Terbit”, Jepang mempunyai satu masjid yang sangat bersejarah dan terkenal karena kokoh menghadapi gempuran bom dan goncangan gempa bumi.

 

 

Masjid Muslim Kobe yang berada di Nakayamate Dori, Chou-Ku merupakan masjid pertama yang dibangun di Jepang pada tahun 1928. Pembangunan yang diprakarsai seorang pedagang muslim dari India dan didanai oleh Komite Islam Kobe ini, memakan waktu tujuh tahun dan masjid ini dibuka pertama kali pada bulan Oktober 1935. Masjid ini sangat kental dengan arsitektur Turki Usmani.

 

 

Kubah dan dua tiang menara menjulang menjadi bagian menarik dari masjid ini. Bentuk dua menara yang menjualang itu sangat mirip dengan bentuk menara Hagia Sophia, di Istanbul Turki. Kubahnya yang berbentuk lonjong dengan bagian ujungnya meruncing, melengkung, menjadi ciri khas arsitektur Timur Tengah dan Turki.

 

 

Tepat sepuluh tahun sejak Masjid Kobe diresmikan atau pada tahun 1945, terjadi Perang Dunia II. Saat itu, Jepang menyerang Pearl Harbour milik Amerika. Membalas serangan Jepang, Amerika menjatuhkan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. Kota-kota lain termasuk Kobe, tak luput dari serangan bom, meskipun tidak sejenis dengan bom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima.

 

 

Dilansir dari dreamersradio.com, akibat serangan bom tersebut, Kobe rata dengan tanah. Ketika hampir semua bangunan rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe ini tetap berdiri tegak. Hanya semua kaca jendela masjid ini pecah, selain itu dinding luarnya mengalami keretakan. Bagian luar masjid juga menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di basement masjid selamat dari serangan, begitu pula dengan senjata-senjata yang disembunyikan. Selama Perang Dunia II, masjid ini menjadi tempat pengungsian korban perang.

 

 

Usai Perang Dunia II, masjid direnovasi dengan bantuan dana dari pemerintah Arab Saudi dan Kuwait. Kaca-kaca jendela diganti dengan kaca yang didatangkan langsung dari Jerman. Sistem pengatur suhu pun dipasang di masjid ini sehingga lebih nyaman.

 

 

Masjid Kobe kembali menghadapi “serangan”, kali ini digoncang gempa bumi dahsyat pada 17 Januari 1995. Gempa berskala 7,2 SR ini merupakan gempa bumi terburuk yang dialami Jepang sejak gempa bumi besar di Kanto pada tahun 1923 yang memakan korban jiwa 140.000 orang.

 

 

Meski hanya berlangsung 20 detik, namun gempa ini memakan korban jiwa sebanyak 6.433 orang, yang sebagian besar merupakan penduduk kota Kobe. Selain itu gempa Kobe juga mengakibatkan kerusakan besar kota seluas 20 km dari pusat gempa. Ketika goncangan gempa merobohkan bangunan-bangunan di Kobe, bangunan Masjid Muslim Kobe tetap berdiri kokoh hingga sekarang.* Ati - kisuta.com


TAG TERKAIT