Jumat, 19 April 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Curug Bandung
Air Terjun dalam Kesejukan Semilir Angin Gunung
Minggu, 17 Juli 2016[486]
Air Terjun dalam Kesejukan Semilir Angin Gunung
IST.

KESEJUKAN udara di kaki Gunung Sanggabuana menjadi sangat luar biasa ketika berpadu dengan keindahan dan keanggunan Curug Bandung. Sejuk udaranya, bening airnya, dan indah curugnya.*

KISUTA.com - Semilir angin yang berembus dari lembah kaki Gunung Sanggabuana begitu sejuk membelai tubuh. Terasa begitu segar. Kesejukan udara di kaki Gunung Sanggabuana menjadi sangat luar biasa ketika berpadu dengan keindahan dan keanggunan Curug Bandung. Sejuk udaranya, bening airnya, dan indah curugnya.

 

Keindahan panorama alam Curug Bandung ini sungguh luar biasa. Benar-benar masih alami. Airnya bening, pepohonannya masih hijau dan rimbun, dan udaranya benar-benar segar.

 

Sayangnya, keindahan dan keanggunan Curug Bandung ini sedikit ternoda oleh tangan-tangan jahil dan semrawutnya warung-warung penjual makanan dan minuman. Batu-batu kali yang tersebar di sepanjang aliran sungai, tampak kotor oleh aksi-aksi vandalisme. Kondisi ini, sedikit banyak mengurangi keasrian dan keindahan sungai. Padahal, air yang mengalirnya sangat bening.

 

Warung-warung pun sangat semrawut, terkesan asal-asalan dan kumuh. Malahan, ada beberapa warung yang lokasinya hanya beberapa meter dari bibir curug. Bangku-bangku tempat istirahat pun tak ada yang nyeni.

 

Fasilitas pendukung lainnya pun sangat minim, seperti musala, kamar kecil, dan tempat ganti pakaian. Tempat parkir kendaraan roda empat pun bisa menjadi masalah, sebab pengunjung yang membawa kendaraan harus memarkirnya jauh dari lokasi wisata. Untuk kendaraan roda dua, fasilitas parkirnya lumayan refresentatif dan aman. Tarifnya pun relatif murah.

 

Curug Bandung terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Karawang. Untuk mencapainya, bisa melalui rute Karawang - Loji sekitar 30 kilometer, Loji – Jayanti 15 kilometer, dan Jayanti – Curug Bandung 3 kilometer. Jalannya lumayan beraspal.

 

Selain Curug Bandung, masih di kawasan tersebut, bisa dijumpai curug-curug lainnya yang relatif lebih kecil, seperti Curug Cipicung dan Curug Peuteuy. Objek lainnya, Bumi Perkemahan dan Situs Batu Tumpang. Dan, lebih ke atas lagi, Anda bisa melanjutkan perjalanan wisata ke Curug Cigentis.

 

Untuk sampai di Curug Bandung, dari pos pungutan tiket masuk, diperlukan tenaga ekstra. Medan tempuhnya lumayan berat. Jalan tanah setapak menanjak dan menurun yang lumayan terjal. Lumayanlah, hitung-hitung olah raga dan cari keringat.

 

Akan tetapi, meskipun medan tempuhnya lumayan berat, jangan takut jika kehabisan bekal makanan dan minuman. Satu kilometer sebelum sampai di Curug Bandung, penjual makanan dan minuman mudah didapat. Cuma harganya lumayan agak mahal. Mungkin karena jauh dari kota.

 

Kelebihan lain dari Curug Bandung, selain airnya sangat bening, juga tidak pernah kering sekali pun musim kemarau. Biasanya, kalau kemarau, hanya debit airnya saja yang menurun. Namun, jika air lagi banyak, air terjunnya tampak lebih indah dan anggun.

 

Jika Anda kelelahan sebelum sampai di Curug Bandung, berhentilah di beberapa tempat peristirahatan. Ada beberapa pilihan tempat, bisa di sekitar Situs Batu Tumpang atau kalau ingin lebih teduh bisa memilih di sekitar lokasi Bumi Perkemahan. Jika ingin beristirahat sambil bermain air, bisa dipilih lokasi sekitar Curug Peuteuy.

 

Di Curug Peuteuy ini, pengunjung bisa mandi dan sekadar berendam di kolam limpahan air terjunnya. Airnya dingin, bening, dan segar.* Syamsul Bachri - kisuta.com


TAG TERKAIT