Selasa, 18 Juni 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Tashiro
Desa Kucing di Negeri Sakura
Selasa, 19 Juli 2016[452]
Desa Kucing di Negeri Sakura
NET

DESA Tashiro dihuni banyak sekali kucing. Di desa ini, tak akan ditemukan hewan musuh kucing, yaitu anjing.*

KISUTA.com - Jepang memang negara yang mempunyai banyak pesona. Tak hanya tradisi minum teh saja yang mampu memikat perhatian wisatawan. Keindahan alam negara berjuluk “Negeri Sakura” ini, terbukti menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi Jepang mempunyai pulau-pulau dengan keunikan-keunikan tersendiri.

 

 

Salah satu pulau yang menyimpan keunikan adalah Pulau Kucing. Pulau seluas 3,14 kilometer persegi dan terletak 20 kilometer dari pelabuhan Ishinomaki di utara Jepang itu, mempunyai satu desa, yaitu Desa Tashiro yang dihuni banyak sekali kucing. Di desa ini, tak akan ditemukan hewan musuh kucing, yaitu anjing.

 

 

Seperti dimuat di VIVAlife, selain dihuni banyak kucing, keunikan desa ini terletak pada penduduknya. Sejak tahun 1960, populasi penduduk desa ini menurun 10 kali lipat. Banyak penduduk yang pindah ke kota lain, sehingga jumlah penduduk saat ini hanya 100 orang. Selain sedikit, usia penduduknya pun umumnya sudah lanjut, rata-rata di atas 70 tahun. Wanita termuda di desa ini, berusia 37 tahun, yaitu Aiko, istri salah seorang nelayan sekaligus pengelola penginapan, yaitu Yutaka Hama. Selain Aiko, kebanyakan wanita di Tashiro berusia di atas 60 tahun. Jangan heran jika Anda tak akan menemukan pemandangan anak-anak yang sedang bermain, karena memang tak ada anak-anak di desa ini.

 

 

Kembali pada kucing yang banyak hidup di Desa Tashiro, kucing-kucing tersebut dipelihara bersama-sama oleh penduduk desa. Para nelayan Tashiro sering memberi ikan kepada kucing-kucing yang telah jinak. Penduduk berharap, kucing-kucing dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Desa Tashiro, sehingga dapat menambah jumlah penghuni desa.

 

 

Tashiro mulai terkenal sebagai Pulau Kucing ketika sebuah stasiun televisi membuat acara berjudul “Jack The Lop Ear”. Acara ini berberita tentang seekor kucing jantan belang-belang putih yang gerak-geriknya sangat lamban dibandingkan kucing pada umumnya. Jack sangat populer, sehingga banyak orang terutama penyuka kucing, ingin mengunjungi Desa Tashiro untuk melihat aksi Jack. Shiho Amano, 18, contohnya. Penyuka kucing ini sengaja datang dari Nagoya ke Tashiro hanya untuk melihat pameran foto Jack.

 

 

Jack ternyata mampu meningkatkan jumlah wisatawan ke Pulau Kucing. Kapal feri penghubung ke pulau ini yang biasanya hanya mengangkut 10-20 penumpang per hari setelah musim panas, namun sejak September lalu 2012 meningkat dua kali lipat di hari biasa dan lebih dari tiga kali lipat pada akhir pekan. Turis-turis tersebut tetap datang meskipun sudah musim dingin, Selain menyaksikan atraksi Jack, mereka pun bisa belajar memancing dari penduduk desa.

 

 

Keindahan Desa Tashiro bukan hanya pada kucing-kucingnya yang dapat ditemui di setiap sudut desa. Desa ini mempunya pemandangan khas perdesaan yang masih asli. Anda tidak akan menemukan pemandangan yang biasa terlihat di kota-kota modern seperti toko serba ada, bahkan lampu lalu lintas. Semuanya serba alami dan semakin menarik dengan kehadiran kucing-kucing lucu. Meong…* Ati – kisuta.com


TAG TERKAIT