Rabu, 19 Juni 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Ningbo, Kota Kelahiran Boneka-boneka Seks
Jumat, 10 November 2017[510]
Ningbo, Kota Kelahiran Boneka-boneka Seks
IST.

SEORANG pekerja salah satu pabrik di kota Ningbo sedang mengemas boneka-boneka seks.*

KISUTA.com - Permintaan dunia terhadap mainan seks, beberapa tahun belakangan ini, terus meningkat. Situasi ini membuat Kota Ningbo di China menjadi produsen mainan seks utama dunia.

 

 

Dikabarkan Mirror, beberapa waktu lalu, sejumlah pejabat Kota Ningbo kini memiliki target untuk menjadikan kota yang berjarak 1.300 kilometer dari ibu kota Beijing ini, tak hanya mampu memasok mainan seks ke seluruh Tiongkok, tetapi juga ke seluruh dunia.

 

Selama ini, pabrik-pabrik mainan seks di Ningbo telah menjadi pemasok utama boneka-boneka seks ke seluruh Tiongkok. Setiap harinya, Ningbo menghasilkan ribuan boneka seks untuk para pelanggannya.

 

Padahal, belum sepuluh tahun pabrik-pabrik mainan seks mulai beroperasi di Ningbo. Namun, kota tersebut saat ini sudah mengirimkan mainan seks buatannya ke beberapa negara, misalnya ke Jepang, Korea Selatan, dan Turki.

 

Kini, permintaan boneka seks buatan Ningbo datang dari seluruh dunia, yang tentu akan semakin menjadikan Ningbo sebagai pusat terbesar sejagat untuk produksi mainan seks.

 

"Kami hampir kehabisan napas, tetapi bukan karena kami harus meniup boneka-boneka tersebut. Kecepatan perkembangan industri ini sangat tak terbayangkan," kata Lili Hsing (36), seorang pekerja di salah satu pabrik mainan seks di Ningbo.

 

"Saat saya mulai bekerja di pabrik ini, kami hanya memproduksi satu jenis boneka dan hanya untuk pasar lokal. Kini, kami membuat 10 jenis boneka, termasuk jenis premium yang kami kirim ke seluruh dunia," tambah Lili.

 

Boneka-boneka berbahan dasar karet itu dijual dengan harga yang bervariasi. Yang paling murah Rp 576.000.

 

"Kadang-kadang saya merasa aneh duduk dikelilingi bagian tubuh boneka ini di mana-mana, seperti duduk di sebuah kamar mayat raksasa," kata pekerja lainnya, Shu Mai (40).

 

"Tentu saja kami tahu mereka ini hanya boneka. Saya yakin, para pria yang membeli mereka juga tahu bahwa mereka hanya sekadar boneka, meski, dalam penjualan online, kami memberi nama untuk boneka-boneka yang dipesan pelanggan," tambah Mai.

 

"Salah satu keunggulan produk kami adalah kualitas boneka yang kami hasilkan. Penampilannya bagus, mudah ditiup, dan tidak kempis dengan cepat. Para pelanggan menyukai itu," lanjut Mai.* das - kisuta.com


TAG TERKAIT