Selasa, 18 Juni 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Kastil Moussa
Dibangun Seorang Diri Selama 60 Tahun, Persembahan untuk Gadis Pujaan
Jumat, 24 November 2017[415]
Dibangun Seorang Diri Selama 60 Tahun, Persembahan untuk Gadis Pujaan
IST.

SELAMA 60 tahun, Moussa membangun kastil megah dan indah di kawasan perbatasan antara Deir el Qomar dan Beit ed-Dine di Lebanon. Tak hanya megah dan indah, kastil milik Moussa juga bernilai seni tinggi. Pahatan bergaya arsitertur Lebanon abad 19 dan 20 menghiasi interior kastil ini.*

KISUTA.com - Bagi sebagian orang, ejekan menjadi cambuk untuk menunjukkan kemampuan diri. Itulah yang dialami Moussa Abdel Karim Al Maamari. Pria yang tinggal di Lebanon ini berhasil membangun kastil indah untuk membalas ejekan teman-temannya yang menganggap keinginannya mempunyai kastil indah sebagai mimpi di siang bolong alias tak mungkin terwujud.

 

Selama 60 tahun, Moussa membangun kastil megah dan indah di kawasan perbatasan antara Deir el Qomar dan Beit ed-Dine di Lebanon. Tak hanya megah dan indah, kastil milik Moussa juga bernilai seni tinggi. Pahatan bergaya arsitertur Lebanon abad 19 dan 20 menghiasi interior kastil ini.

 

Mimpi Moussa membangun kastil berawal saat ia menaksir seorang gadis di sekolahnya. Sekitar tahun 1945, Moussa yang saat itu berusia 14 tahun, tertarik pada siswi cantik di kelasnya. Sang pujaan hati pernah berucap, jika kelak ia menikah, maka pria yang menjadi suaminya memiliki sebuah kastil indah.

 

Ucapan itu begitu terpatri di hati Moussa remaja, sehingga ia bertekad akan mempunyai kastil ketika dewasa. Moussa yang tidak terlalu cemerlang di sekolah, menggambarkan kastil impiannya di papan tulis dan menyampaikan cita-citanya itu kepada teman-temannya. Bukannya pujian, Moussa justru mendapat cibiran dan ejekan, termasuk dari gurunya yang mengatakan bahwa Moussa tak akan pernah bisa mencapai sesuatu di masa depan.

 

Moussa tak berkecil hati, justru bertekad untuk benar-benar membangun kastil impiannya suatu saat nanti. Waktu berlalu, Moussa telah menjadi pria dewasa ketika mendapatkan pekerjaan merenovasi benteng di kota terdekat bersama pamannya. Moussa memanfaatkan kesempatan itu untuk mewujudkan mimpinya. Sambil melakukan renovasi gedung, dia belajar teknik pertukangan dan ilmu arsitektur secara otodidak. Moussa menghabiskan waktu 17 tahun untuk melakoni profesi renovasi berbagai puri dan istana.

 

Kemudian pada tahun 1962 ia membeli sepetak tanah dan 6.000 batu untuk mengerjakan proyek kastil miliknya. Selanjutnya Moussa menghabiskan 60 tahun hidupnya untuk membangun kastil yang sekarang dikenal dengan nama Kastil Moussa (Moussa Castle). Semuanya dilakukan seorang diri tanpa bantuan siapa pun. Untuk menyelesaikan kastilnya, Moussa membutuhkan 21.900 hari dan 394.200 jam.

 

Untuk mengenang peristiwa yang melatarbelakangi pembuatan kastil itu, di salah satu sudut kastil, Moussa membuat ukiran yang menggamarkan ketika ia diejek tema-teman sekelasnya saat menggambar kastil impiannya.

 

Sayangnya, tak ada informasi mengenai nasib cinta Moussa dengan gadis pujannya. Apakah setelah berhasil membangun kastil nan indah dan megah itu, ia berhasil mempersembahkannya untuk sang pujaan hati? * Ati – kisuta.com


TAG TERKAIT