Rabu, 19 Juni 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Desa Yangsi
"Desa Kurcaci" Ini Mayoritas Penduduknya Kerdil
Selasa, 28 November 2017[306]
"Desa Kurcaci" Ini Mayoritas Penduduknya Kerdil
IST.

DESA Yangsi di China mempunyai keunikan, karena setengah penduduknya mempunyai ukuran tubuh mini alias kerdil untuk ukuran normal. Tinggi tubuh penduduk desa ini tak ada yang lebih dari satu meter, rata-rata 60 sampai 90 cm.*

KISUTA.com - Desa Yangsi yang berada di Provinisi Sichuan, bagian barat daya China mempunyai keunikan, karena lebih setengah penduduknya mempunyai ukuran tubuh mini alias kerdil untuk ukuran normal. Tinggi tubuh penduduk desa ini tak ada yang lebih dari satu meter, rata-rata 60 sampai 90 cm.

 

Tak hanya ukuran tubuh penduduknya yang irit, jumlah penduduk desa ini pun sangat irit, hanya 80 orang. Sebanyak 40 orang lebih penduduknya mempunyai ukuran tubuh kerdil, sehingga Desa Yangsi sering disebut sebagai “Desa Kurcaci”.

 

Dikutip dari Liputan6.com, menurut laporan pejabat setempat, penduduk kerdil di Desa Yangsi tak lepas dari penyakit aneh ditemukan pada 1951. Penderita penyakit ini memiliki kaki pendek dan tubuh kerdil. Ketika dilakukan sensus pada tahun 1985, ditemukan ada 119 kasus serupa terjadi di desa itu. Ternyata, penyakit ini tidak berhenti dengan diteruskan kepada generasi berikutnya.

 

Menurut cerita yang disampaikan para tetua desa, Desa Yangsi pernah diserang wabah misterius yang mempengaruhi kondisi anak-anak usia 5-7 tahun. Mereka tiba-tiba berhenti tumbuh dan tetap setinggi itu hingga akhir hayat dan sebagian menderita cacat.

 

Namun para ilmuwan menyelidiki secara ilmiah dengan mempelajari kondisi air, tanah dan biji-bijian di sana meski tetap tidak menemukan jawabannya sejak 60 tahun lalu.

 

Sedangkan warga Yangsi sendiri meyakini fenomena ini ada kaitannya dengan roh jahat seperti kutukan leluhur atau legenda memakan kura-kura yang membawa kutukan atau feng shui desanya buruk.

 

Ada juga yang percaya kondisi tubuh mereka yang kerdil adalah hasil pengaruh gas beracun jaman penjajahan Jepang. Lalu pada 1997 muncul teori baru bahwa kekerdilan terkait konsentrasi merkuri yang tinggi dalam tanah tetapi itu juga belum terbukti.

 

Keadaan yang aneh itu akhirnya membuat generasi muda di Yangsi pergi dari desa karena takut tertular jadi kurcaci. Hal tersebut cukup membawa pengaruh baik dengan generasi muda yang tumbuh normal, tak seperti generasi tua yang hanya setinggi 80 cm. Tak heran jika Desa Yangsi hanya dihuni 80 orang saja, karena penduduknya ketakutan terkena kutukan itu.* Ati – kisuta.com


TAG TERKAIT