Jumat, 19 April 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Quoll
Sekali Bercinta Setelah Itu Mati
Senin, 25 Desember 2017[361]
Sekali Bercinta Setelah Itu Mati
ABC

HiIDUP ini teramat sulit bagi Quoll, seumur hidupnya hewan ini bersaing keras untuk mendapatkan pasangan. Setelah bertemu harus bertarung dengan jantan quoll lainnya dan hanya untuk tewas setelah bercinta dengan betina yang diperebutkannya.*

KISUTA.com - Hidup ini teramat sulit bagi Quoll, hewan marsupial di Utara Australia. Seumur hidupnya hewan ini bersaing keras untuk mendapatkan pasangan, setelah bertemu harus bertarung dengan jantan quoll lainnya dan hanya untuk tewas setelah bercinta dengan betina yang diperebutkannya. Semua itu terjadi sebelum hewan itu sempat merayakan ulang tahun pertamanya.

 

Dikabarkan ABC, seorang mahasiswa PHD dari Universitas Queensland, Jaime Heiniger telah mempelajari ritual reproduksi quoll di kawasan Groote Eylandt di Teritori Utara.

 

Dari penelitiannya ini, Heiniger berhasil mengetahui penyebab mengapa hewan sejenis marsupial ini hanya bertahan hidup selama 12 bulan saja. "Tampaknya hewan ini memang benar-benar bercinta sampai mati,” katanya.

 

Jantan Quoll harus melewati pencarian panjang menuju musim kawin. Bahkan terkadang mereka harus meningkatkan luas cakupan penjelajahannya hingga 10km dari radius tempat tinggalnya, yang tergolong sangat luas mengingat dilakukan dalam kurun waktu yang singkat. "Dan selama penjelajahan itu mereka akan kehilangan seluruh berat badannya, kondisi mereka hingga massa ototnya," jelas Heiniger.

 

Heiniger mengatakan, strategi reproduksi ini biasa dikenal sebagai semelparity, dan meskipun umum dalam kerajaan hewan jenis marsupial namun ini merupakan hal langka yang terjadi pada satwa mamalia. "Begitu banyak jantan quoll yang mati tampaknya disebabkan oleh beban fisiologis setelah bercinta dan sengitnya pertempuran di antara para jantan,” katanya.

 

Umum diketahui di Australia atas, Quoll dari kawasan Utara (Dasyurus hallucatus) terancam populasinya akibat infasi kodok tebu, kebakaran dan predator yang didatangkan ke kawasan itu, seperti rubah dan kucing liar.

 

Tapi wilayah Groote Eylandt, sekitar 640km timur-selatan-timur dari Darwin, merupakan kawasam bebas kodok dan rumah bagi populasi Quoll sehat. Sebagai bagian dari penelitiannya, Heiniger mempelajari lebih dari 200 Quoll di pulau.

 

Dia mengatakan, karena jantan Quoll hanya memiliki waktu sekitar tiga minggu untuk menemukan pasangan, kemampuan mereka untuk bertarung melawan jantan lainnya dan menjelajah dalam jarak jauh menjadi sangat penting. "Kinerja quoll jantan mencapai puncaknya pada musim kawin dan cepat menurun setelah itu bila dibandingkan dengan spesies betinanya," katanya.

 

Quoll utara betina sedikit lebih beruntung dan cenderung mampu bertahan hidup beberapa tahun lebih lama, dengan quoll betina tertua yang tercatat di alam liar berusia lebih dari tiga tahun.

 

Para peneliti telah menemukan Quoll remaja Utara memiliki tingkat kemampuan bertahan hidup yang lebih tinggi ketika tinggal bersama orang tuanya di dalam kantong induknya. Tapi begitu meninggalkan kantong dengan mata masih tertutup - Quoll bayi memiliki kesempatan yang rendah untuk bertahan hidup ketika sang ibu pergi mencari makanan di malam hari.* das - kisuta.com


TAG TERKAIT