Rabu, 21 November 2018Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Ketika Gurun Sahara Berselimut Salju
Rabu, 10 Januari 2018[264]
Ketika Gurun Sahara Berselimut Salju
IST.

Gurun Sahara merupakan daerah terpanas di dunia, tetapi pada Minggu (7/1/2018) kemarin sebagian wilayah tandus tersebut sempat diselimuti salju.*

KISUTA.com - Gurun Sahara merupakan daerah terpanas di dunia, tetapi pada Minggu (7/1/2018) kemarin sebagian wilayah tandus tersebut sempat diselimuti salju. Fenomena alam unik ini adalah kali kedua yang terjadi selama empat dekade terakhir.

 

Kali ini, seperti dikabarkan Kompas.com, salju turun di sekitar kota Ain Sefra, sekitar 760 kilometer sebelah selatan ibu kota Aljazair, Algiers. Ini adalah kali pertama kota tersebut mengalami tumpukan salju yang cukup tebal dengan jangka waktu yang relatif panjang.

 

Turunnya salju yang kemudian menumpuk setelah 45 cm itu mengejutkan sekaligus menyenangkan bagi warga kota kecil tersebut.

 

Salju mulai turun pada Minggu pagi setelah sehari sebelumnya badai menerjang kawasan tersebut. Namun, salju hanya bertahan sore hari dan mencair ketika suhu meningkat.

 

"Kami sangat terkejut karena saat bangun tidur kami melihat salju yang bertahan hingga pukul 17.00 sebelum mencair," kata fotografer Karim Bouchetata.

 

Tahun lalu, kota yang berjuluk "Gerbang menuju Gurun" itu juga diselimuti salju beberapa hari setelah Natal dan langsung mengakibatkan kekacauan.

 

Banyak penumpang bus terjebak karena kendaraan itu tak bergerak akibat jalanan yang menjadi amat licin.

 

Apa penyebab salju turun di Gurun Sahara ini? Badan meteorologi setempat memberikan penjelasan.

 

"Udara dingin bergerak ke selatan dari Afrika Utara selama akhir pekan lalu akibat dari tekanan tinggi di Eropa."

 

"Tekanan yang tinggi itu mengakibatkan udara dingin menyebar semakin jauh ke selatan, melebihi kondisi normal," tambah badan meteorologi.

 

Sementara Gurun Sahara yang menutupi sebagian besar wilayah utara Afrika telah mengalami perubahan temperatur dan kelembaban selama beberapa ratus tahun terakhir.

 

Meski Sahara kini merupakan daerah yang amat kering dan tandus, diperkirakan kawasan ini akan kembali hijau dalam waktu 15.000 tahun mendatang.* das - kisuta.com


TAG TERKAIT