Rabu, 21 November 2018Tentang Kami|Kontak Kami
CernaUnik Menarik
Idiiih...
Ketiduran di Malam Pengantin, Istri pun Diintimi Tetangga
Jumat, 26 Januari 2018[367]

KISUTA.com - Sungguh sial nasib pengantin pria ini. Kelelahan dan mabuk usai resepsi, ia pun ketiduran di meja. Dan, ini sialnya, di malam pertamanya itu kecolongan. Wanita yang baru dinikahinya malah diintimi tetangganya di ranjang pengantin. Duh!

 

Adalah Chhoen Chanseng, pemuda 18 tahun yang nekad mengintimi pengantin perempuan di malam pertamanya. Ia naik ke atas ranjang perempuan yang juga berusia 18 tahun itu.

 

Sementara sang suami tertidur di meja akibat terlalu banyak minum dalam pesta pernikahan di desa Chhkues, di provinsi Prey Veng, Kamboja.

 

Dengan lampu kamar yang dipadamkan, si pengantin perempuan menyangka yang naik ke atas ranjang adalah suaminya. Lalu mereka pun berhubungan seks.

 

Setelah itu, keduanya tidur berdampingan. Di pagi hari, saat melihat ada pria lain di sampingnya, perempuan itu berteriak.

 

Teriakannya membangunkan semua orang yang kemudian menangkap Chanseng yang masih tergeletak di atas ranjang.

 

Celakanya, keluarga mempelai pria tak mau menerima menantunya itu dan menginginkan pernikahan mereka dibatalkan.

 

Kepada polisi, Chanseng mengatakan, dia melihat sang pengantin perempuan tidur terlebih dulu dan meninggalkan suaminya di luar kamar.

 

Dia melihat itu sebagai kesempatan untuk melampiaskan hasrat terpendamnya kepada sang pengantin perempuan.

 

Chanseng mengatakan, dia langsung pergi ke kamar pengantin dan berpura-pura menjadi suaminya sementara sang suami sesungguhnya tertidur di luar kamar.

 

Media setempat mengabarkan, Chanseng didakwa melakukan tindak perkosaan dan terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

 

"Menurut laporan pemeriksaan, tersangka mengakui dia memendam rasa cinta kepada korban sejak lama, tetapi keluarganya miskin sehingga tak berani melamar," kata wakil kepala kepolisian provinsi Prey Veng, Pov Chivy.

 

"Di hari pernikahan, tersangka tak lepas mengawasi pasangan pengantin baru ini karena kediamannya berada tepat di sebelah kediaman korban," tambah Chivy.

 

Sementara itu, kepala desa Chhkues leat Chheat mengatakan, keluarga mempelai pria kini tak mau menerima menantu mereka dan meminta pernikahan dibatalkan.

 

"Mereka juga meminta uang mahar sebesar Rp 15 juta dikembalikan keluarga pengantin perempuan," kata Chheat.* das - kisuta.com


TAG TERKAIT