Rabu, 21 November 2018Tentang Kami|Kontak Kami
CernaUnik Menarik
"Pabrik Bayi" Ini Sediakan Persewaan Rahim
Jumat, 2 Maret 2018[339]
"Pabrik Bayi" Ini Sediakan Persewaan Rahim
IST.

SEWA rahim saat ini menjadi tren di kalangan wanita-wanita miskin di India, karena uang sewa yang mereka terima cukup menggiurkan dan sangat besar untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.*

KISUTA.com - “Pabrik Anak”, begitu masyarakat India menyebut klinik persalinan yang menyediakan jasa persewaan rahim bagi pasangan-pasangan yang tidak bisa mengandung sendiri bayinya. Klinik yang dikelola oleh Dr. Nayna Patel, seorang dokter wanita ini, menyediakan wanita-wanita India yang bersedia menyewakan rahimnya dengan bayaran tertentu.

 

Sewa rahim saat ini memang menjadi tren di kalangan wanita-wanita miskin di India, karena uang sewa yang mereka terima cukup menggiurkan dan sangat besar untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sebagai gambaran berapa besar uang sewa yang diterima oleh wanita-wanita India yang menyewakan rahimnya, menurut Dr. Nayna Patel (dalam foto bersama wanita-wanita yang menyewakan rahimnya), dari sekitar US$12.000 atau sekitar Rp 132 juta biaya sewa yang dibayarkan klien kepada klinik, maka wanita yang menyewakan rahimnya mendapat bayaran sekitar US$5.000 hingga US$7.000.

 

Dr. Nayna Patel yang sedang membangun klinik persewaan rahim terbesar di India ini mengatakan, India menjadi tujuan pasangan-pasangan yang tidak bisa melahirkan sendiri, karena biaya sewa rahim di negeir ini sangat murah. Di India biaya sewa rahim hanya US$12.000, bandingkan dengan di Amerika yang mencapai US$70.000 atau nilainya hampir sama dengan sekitar 10 tahun gaji rata-rata penduduk di India.

 

Biaya sewa rahim di India murah, karena jumlah wanita-wanita yang bersedia menyewakan rahimnya sangat banyak, sehingga biayanya bersaing. Berbeda dengan di Amerika dan Eropa yang sangat sedikit jumlah wanita-wanita yang bersedia menyewakan rahimnya.

 

Sebagian besar klien yang menyewa rahim wanita-wanita India, adalah orang-orang dari berbagai penjuru dunia, terutama Amerika dan Eropa. Menurut dr. Sudhir Ajja yang bekerja di sebuah bank kesuburan yang berlokasi di Mumbai, 90% kliennya berasal dari luar negeri dan 40% di antaranya merupakan pasangan sejenis.

 

Meskipun mengundang kontroversi, namun perwewaan rahim di India tetap berjalan dan jumlahnya mencapai ribuan klinik. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bahkan memperkirakan, dari sekitar 3.000 klinik kesuburan yang ada di India, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp92 triliun. Keuntungan itu dari klinik yang hanya membantu proses penanaman benih dan kelahiran saja, belum keuntungan untuk perempuan penyedia jasa sewa rahim. Diduga, hasilnya lebih besar lagi.

 

Persewaan rahim tampaknya akan menjadi “bisnis” menggiurkan di India. Terbukti dengan dibangunnya klinik persewaan rahim oleh Dr. Nayna Patel di kota kecil Anand, negara bagian Gujarat. Meskipun klinik bernama “House of Surrogates” (rumah bagi wanita-wanita yang menyewakan rahimnya) ini masih dalam proses pembangunan, namun sudah tercatat 600 bayi lahir di klinik ini yang dititipkan oleh pasangan-pasangan kaya.

 

“House of Surrogates” akan menjadi rumah bagi ratusan wanita miskin di India yang dibayar untuk mengandung dan melahirkan bayi-bayi bagi pasangan-pasangan kaya di dunia. Klinik yang bernilai jutaan US$ itu, akan dilengkapi apartemen bagi pasangan kaya yang berkunjung. Ada juga fasilitas kamar bersalin, restoran, bahkan toko souvenir.

 

Setiap wanita yang disewa rahimnya, akan mendapat bayaran sebesar US$8.019 atau sekitar Rp91 juta. Sedangkan pihak klinik mengenakan tariff sebesar Rp319 juta kepada pasangan yang akan menyewa rahim.

 

Walaupun mendapat banyak kecaman, Dr. Nayna Patel tetap melanjutkan proyeknya. "Saya menghadapi kecaman dan saya akan mendapat kecaman lagi. Menurut banyak orang, saya kontroversial. Ada dugaan tentang penjualan bayi, pabrik pembuatan bayi, namun sesungguhnya penyewaan rahim adalah soal cara seorang perempuan membantu yang lain,” ujarnya berdalih.

 

Wanita-wanita yang menyewakan rahimnya pun menganggap apa yang dilakukan Dr. Nayna Patel sebagai upaya untuk menolong mereka yang hidup dalam kemiskinan. Seorang perempuan yang disewa rahimnya, Papiya mengaku, sangat tertolong dengan program itu.

 

"Saat terakhir saya menjadi ibu yang menyewakan rahim, saya membeli barang-barang rumah tangga, sebuah mobil, dan meminjamkan sebagiannya untuk kakak ipar," ujar Papiya yang berencana menggunakan uang hasil sewa rahimnya untuk membeli rumah baru untuk keluarganya.

 

Wanita lainnya, Vasanti mengaku mampu mengirim putrinya ke sebuah sekolah berbahasa Inggris yang baik dengan uang hasil menyewakan rahim. Dari uang yang sama, Vasanti juga bisa membangun rumah baru bagi keluarganya.* Uma/berbagai sumber – kisuta.com


TAG TERKAIT