Sabtu, 17 November 2018Tentang Kami|Kontak Kami
CerdasArtikel Opini
Semangat pagi...
Tentang Utang
Selasa, 9 Oktober 2018[110]

KISUTA.com - Allah Ta'ala berfirman: "Jika orang yang berutang itu mengalami kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia memiliki kelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua piutang itu) lebih baik bagimu. Jika kamu mengetahui."(QS al-Baqarah: 280)

 

Sehubungan dengan ayat ini, Uhamah al-Gahiti dalam mimpinya seolah-olah melihat di pintu surga tertulis ungkapan berikut ini, "Pinjaman dibalas dengan 18 kali lipat, sedangkan sedekah dibalas dengan 10 kali lipat."

 

Dia bertanya, "Mengapa begitu?"

 

Maka dijawab, "Karena sedekah itu mungkin saja jatuh ke tangan orang kaya, sedangkan orang yang berutang tidaklah menjumpaimu melainkan karena dia sangat membutuhkannya."

 

Ketahuilah bahwa berutang itu boleh dilakukan dalam tiga kondisi: untuk mengatasi kelemahannya dalam berjuang di jalan Allah, untuk mengkafani orang miskin yang mati karena kekurangan dan kemiskinannya, dan untuk biaya pernikahan yang ditujukan guna menjaga kesucian diri dari fitnah akibat melajang.

 

Dalam situasi demikian, seseorang boleh berutang dengan berserah diri kepada Allah. Tentu Allah akan membukakan baginya pintu rizki untuk membayar utangnya. Jika sudah mampu membayar, segeralah membayar walaupun belum jatuh tempo.* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniah Kaum Shufi" - kisuta.com


TAG TERKAIT