Rabu, 21 November 2018Tentang Kami|Kontak Kami
CerdasArtikel Opini
Semangat pagi...
Tentang Waktu
Jumat, 12 Oktober 2018[111]

KISUTA.com - Pandangan Rubi'ah al-Adawiyah tentang waktu, "Kita hanya memiliki hari-hari terbatas, dengan jumlah tertentu. Jika sehari berlalu, berkuranglah jumlah harimu. Jika sebagian besar telah berlalu, maka sebagian yang lain nyaris berlalu pula. Karena itu, beramallah dan ambillah pelajaran. Janganlah mengatakan, 'Uangku telah habis satu dinar atau satu dirham. Harta dan kemuliaanku telah lenyap.' Namun, katakanlah, 'Usiaku telah berlalu sehari. Amal apa yang telah aku lakukan pada hari itu?' Sesungguhnya datangnya hari, berarti berkurangnya usia."

 

Ada pula seorang ahli ibadah yang mengalami sakaratul maut. Dia berkata, "Aku tidak bersedih karena berpisah dengan dunia. Namun, aku bersedih karena aku ingat bahwa pada malam-malam aku tertidur, dan siangnya aku tidak shaum, dan pada saat-saat aku tidak berdzikir kepada Allah."

 

Pandangan Al-Ula bin Ziyad tentang waktu, "Apabila hari baru tiba, hari itu berkata, 'Hai manusia, aku adalah hari baru. Aku menyaksikan amal yang kamu lakukan. Jika matahariku terbenam, aku takkan pernah menemuimu lagi hingga kiamat."

 

Al-Hasan berkata kepada teman duduknya, "Hai para syaikh, apa yang kalian tunggu dari tanaman kalian?"

 

Mereka menjawab, "Panen."

 

Salah seorang di antara mereka bersenandung,

Sebelum kamu mati, lakukanlah persiapan

karena uban itu merupakan pendahuluan kematian.

Rombongan telah bersiaga, hendaklah kamu juga bersiaga

untuk menempuh perjalanan ke alam baqa.

 

Pandangan Al-Hasan tentang waktu, "Hai manusia, jangan mengkonsentrasikan kebingungan setahun di dalam satu hari. Cukuplah kamu memikirkan apa yang terjadi pada hari ini. Jika usiamu setahun lagi, niscaya Allah memberikan jatah rizkimu untuk tahun itu. Jika usiamu bukan setahun, berarti kamu hanya mencari sesuatu yang bukan milikmu."* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Shufi" - kisuta.com


TAG TERKAIT