Rabu, 21 November 2018Tentang Kami|Kontak Kami
CerdasArtikel Opini
Semangat pagi...
Hikmah Menahan Amarah
Selasa, 16 Oktober 2018[113]

KISUTA.com - Ketika Rasulullah sedang duduk-duduk di tengah-tengah para sahabatnya, salah seorang pastor Yahudi bernama Zaid bin Sa'nah masuk menerobos barisan jamaah yang melingkarinya, seraya menyambar kain Rasulullah dan menghardiknya dengan kasar. Katanya, "Ya Muhammad! Bayarlah utangmu. Kamu keturunan Bani Hasyimbiasa memperlambat pelunasan utang!"

 

Pada waktu itu Rasulullah memang punya utang kepada orang Yahudi itu, namun belum jatuh tempo. Umar yang melihat peristiwa itu langsung bangkit dan menghunus pedangnya, seraya mohon ijin. Ucapnya, "Ta Rasulullah, ijinkanlah aku memenggal leher si bedebah ini!"

 

Tetapi Rasulullah bersabda, "Ya Umar, aku tidak disuruh berdakwah dengan cara begitu. Antara aku dan dia memang sedang membutuhkan kebijaksanaanmu. Suruhlah dia menagih dengan sopan dan ingatkanlah aku supaya melunasinya dengan baik."

 

Mendengar sabda Rasulullah tersebut, orang Yahudi itu berkata, "Demi yang mengutusmu dengan kebenaran. Sebenarnya aku tidak datang untuk menagih utangmu, namun aku datang untuk menguji akhlakmu. Aku tahu, tempo pelunasan utang itu belum tiba waktunya. Akan tetapi aku telah membaca sifat-sifatmu dalam Kitab Taurat, dan ternyata terbukti semua, kecuali satu sifat yang belum aku uji, yaitu tentang kebijakanmu bertindak dalam waktu marah. Ternyata tindakan bodoh dan ceroboh sekalipun engkau dapat mengatasinya dengan bijaksana. Itulah yang aku lihat sekarang ini. Maka terimalah Islamku ini, ya Rasulullah..."

 

"Adapun utangmu, aku sedekahkan kepada para fakir miskin kaum Muslimin."* Abu Ainun/"Hiburan Orang Mukmin" - kisuta.com


TAG TERKAIT