Rabu, 21 November 2018Tentang Kami|Kontak Kami
CerdasArtikel Opini
Semangat pagi...
Hanya Tiga Hari
Rabu, 24 Oktober 2018[90]

KISUTA.com - Ketika memangku jabatan kekhalifahan, Umar bin Abdul Aziz r.a langsung meminta saran dan nasihat kepada para ulama yang wara, ikhlas, dan lurus hidupnya.

 

Maka dia menulis surat kepada Hasan al-Bashri r.a. guna meminta nasihatnya. Kemudian Hasan al-Bashri menjawabnya dengan sebuah surat yang panjang, yang berisikan nasihat-nasihat yang komprehenshif dan mengandung segala kebaikan. Dia memulai nasihatnya dengan mewanti-wanti Umar bin Abdul Aziz agar tidak tertipu oleh dunia. Nasihat itu berbunyi seperti berikut:

 

"Ketahuilah --semoga Allah Ta'ala memberimu taufik-- bahwa tafakur itu dapat membuahkan kebaikan dan mengamalkan kebaikan tersebut, sedangkan penyesalan atas keburukan akan mendorong seseorang untuk meninggalkannya. Sesuatu yang fana, meskipun jumlahnya banyak, tidak setara dengan yang abadi, meskipun yang abadi itu sulit dicari.

 

Menanggung beban penderitaan yang sementara, tetapi akan membuahkan kesenangan yang berkepanjangan , lebih baik daripada kesenangan yang sementara , tetapi akan menimbulkan penderitaan yang berkepanjangan. Waspadalah terhadap negeri dunia yang menundukkan, menipu, dan mencelakakanmu ini.

 

Tipuan-tipuan dunia itu tampak indah, kepalsuannya demikian kemilau, hasrat untuk menggapainya telah membinasakan para penghuninya, dan para pelamar merindukannya. Dunia itu bagaikan pengantin yang tampak berbeda dari yang lainnya. Semua mata memandang kepadanya, setiap orang merindukannya, dan kalbu mabuk kepayang karenanya, padahal sang pengantin akan membinasakan seluruh suaminya.

 

Jika Anda renungkan, sungguh dunia itu hanya terdiri atas tiga hari saja.

Pertama, hari yang telah berlalu dan Anda tidak dapat berharap ia akan kembali.

Kedua, hari yang tengah Anda jalani yang semestinya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, hari yang akan datang. Anda tidak tahu, apakah Anda akan mengalaminya atau tidak.

 

Hari yang telah berlalu bagaikan seorang guru bijak yang membinamu, sedangkan hari ini merupakan sahabat yang akan segera berpisah denganmu.

 

Karena itu, yakinlah untuk melakukan amal dan tinggalkanlah ketertipuan oleh harapan sebelum ajalmu tiba.

 

Jangan pernah menjalani hari ini dengan mendambakan bahwa Anda akan hidup pada hari esok atau lusa."* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Shufi" - kisuta.com


TAG TERKAIT