Rabu, 19 Juni 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CermatHerbal & Kesehatan
Tips Kesehatan
Inilah Menu Sarapan yang Bisa Bikin Langsing
Selasa, 18 Desember 2018[212]

KISUTA.com - Sarapan tinggi protein seperti telur dan steak bisa membantu Anda tetap langsing dan berhenti ngemil di malam hari. Demikian dikatakan para ilmuwan.

 

Para ahli di University of Missouri telah menemukan bahwa sarapan yang kaya protein secara signifikan meningkatkan kontrol nafsu makan dan mengurangi ngemil tidak sehat pada makanan tinggi lemak atau tinggi gula di malam hari.

 

Namun menurut penelitian sekitar 60 persen orang muda Amerika secara konsisten mengabaikan sarapan yang penting ini.

 

Kini, Heather Leidy, asisten profesor di Department of Nutrition and Exercise Physiology mengatakan sarapan yang tepat bisa memegang kunci untuk memecahkan krisis obesitas di AS, yang saat ini lebih dari 25 juta orang dewasa kelebihan berat badan.

 

Leidy adalah orang pertama yang menguji dampak konsumsi sarapan pada nafsu makan setiap hari dan malam ngemil pada orang muda yang biasa melewatkan sarapan.

 

Dalam studinya, 20 remaja perempuan obesitas usia 18-20 yang melewatkan sarapan, disuruh mengkonsumsi sarapan tinggi protein yang terdiri dari telur dan daging sapi tanpa lemak, atau sarapan dengan protein normal dengan sereal siap makan.

 

Setiap sarapan terdiri dari 350 kalori dengan kecukupan serat, gula, lemak, dan kepadatan energi. Sarapan tinggi protein mengandung 35 gram protein. Partisipan kemudian menyelesaikan kuesioner dan memberikan sampel darah sepanjang hari.

 

Sebelum makan malam, otak partisipan discan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk melacak sinyal otak yang mengontrol motivasi makan.

 

Hasilnya, sarapan tinggi protein menyebabkan peningkatan kepenuhan atau 'kenyang' bersama dengan penurunan aktivitas otak yang bertanggung jawab untuk mengontrol keinginan makan.

 

Menurut Leidy, sarapan tinggi protein juga mengurangi ngemil makanan yang tinggi lemak dan gula dibandingkan dengan tidak sarapan. "Sarapan kaya protein berdampak pada makan di kemudian hari, ketika orang lebih mungkin untuk mengonsumsi makanan ringan tinggi lemak atau tinggi gula," tambah Leidy.

 

"Data ini menunjukkan bahwa sarapan kaya protein adalah salah satu strategi yang potensial untuk mencegah makan berlebihan dan meningkatkan kualitas diet dengan mengganti camilan yang tidak sehat dengan makanan sarapan berkualitas tinggi," jelasnya seperti dikutip Daily Mail.

 

Orang yang biasanya melewatkan sarapan mungkin skeptis tentang mengkonsumsi makanan di pagi hari, namun Leidy mengatakan hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan makan pagi hari ini.* das - kisuta.com


TAG TERKAIT