Kamis, 21 Maret 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Wow, Eksotisnya Curug Cipurut
Jumat, 21 Desember 2018[224]
Wow, Eksotisnya Curug Cipurut
IST.

KISUTA.com - Purwakarta belakangan mulai ramai dibicarakan wisatawan. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan tempat wisata baru di kota tersebut. Salah satunya adalah Curug Cipurut. Sumber mata air ini, suasananya asri, belum sama sekali tersentuh pembangunan.

 

Curug Cipurut terletak di Kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang, Kampung Cileungsing, Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Jarak tempuh menuju lokasi dari pusat kota mencapai 30 kilometer.

 

Untuk bisa merasakan eksotisnya air terjun Cipurut, pengunjung harus berjalan menempuh 20 menit dari perkampungan sekitar dan melewati area perkebunan teh. Akses jalan yang belum memadai, membuat pengunjung harus berhati-hati saat hujan lantaran licin.

 

Curug Cipurut dikelola secara swadaya oleh warga setempat. Sumber mata air ini mulai dikenal sejak 2005, yang awalnya hanya untuk konsumsi lokal atau warga sekitar. Namun, lama kelamaan menyedot minat wisatawan luar kota.

 

"Daripada jauh-jauh wisata, kalau mau main dekat. Enggak perlu bayar, tetapi lama-kelamaan yang jauh juga pada datang," kata salah seorang pengelola, Abah (66).

Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 perseorang, pengunjung dapat menikmati pesona air terjun. Di dalam area seluas 4 hektare, sedikitnya terdapat tiga bagian curug, yaitu curug utama dengan ketinggian 25-30 meter yang terdapat di ujung tebing.

 

Spot utama menjadi lokasi swafoto favorit bagi pengunjung untuk mengabadikan momen sambil basah-basahan menikmati percikan air terjun. Dua curug lainnya, jadi spot bersantai dan berseluncur ria karena bidang lebih landai.

 

Selain berwisata air, tidak sedikit pengunjung yang menghabiskan waktunya untuk berkemah. Biasanya, kawasan sekitar Curug Cipurut ramai menjadi lokasi perkemahan pada hari Sabtu dan Minggu.

 

"Kalau Sabtu dan Minggu, seharinya bisa 100 pengunjung. Semua warga ikut bantu kelola, terutama soal kebersihan. Kan ini enggak boleh diapa-apakan (ditata). Banyak juga yang kemah," ujar Abah.

 

Terdapat Pohon Jeruk Purut

Penamaan Cipurut pada air terjun tersebut, tidak disematkan begitu saja. Dulunya, di antara air terjun, ditemukan sebatang pohon jeruk purut. Berbeda dengan jenis purut lainnya, buah dari pohon tersebut tidak bisa digunakan atau dikonsumsi.

 

"Sejak saat itu air terjun ini sebut Curug Cipurut, karena tumbuh pohon purut," kata Abah.

 

Keberadaan air terjun Cipurut sedikit berdampak ekonomi bagi warga sekitar. Dia berharap, akses menuju Cipurut bisa dibenahi, tanpa merusak ekosistem, sehingga wisata Curug Cipurut bisa berkembang dan semakin banyak dikunjungi masyarakat.* harie – kisuta.com


TAG TERKAIT