Selasa, 23 April 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CermatHerbal & Kesehatan
Manisnya Galendo Ciamis
Kamis, 17 Januari 2019[186]
Manisnya Galendo Ciamis
IST.

KISUTA.com – Kuliner tradisional, untuk bisa bertahan di lidah kekinian tanpa meninggalkan cita-rasa aslinya, tentu saja membutuhkan kreasi-kreasi baru. Tidak terkecuali galendo. Galendo merupakan salah satu jenis makanan ringan yang pada zamannya dulu sangat terkenal dan menjadi sebuah ciri khas tersendiri bagi Kota Ciamis, Jawa Barat.

 

Tampilan makanan khas kota di Wilayah Priangan Timur ini tidak seperti dulu yang berupa serbuk atau bubuk berukuran besar-besar, kini galendo dipadatkan dan dibentuk persegi panjang, mirip seperti brownies atau kue bolu. Saat disajikan tinggal dipotong-potong sehingga bisa jadi orang terkecoh, dikira yang dihidangkan bolu atau brownies. Warnanya yang memang cokelat karena hasil penggorengan.

 

Galendo berjenis dodol yang terbuat dari sari kelapa disangrai hingga garing dan menghasilkan ampas. Jika kita sangat menggemari makanan dengan rasa manis alami nan unik, berarti kita harus mencoba makanan yang satu ini.

 

Proses pembuatan galendo sangat alami dan masih tradisional sekali. Namun seiring dengan perkembangan zaman, saat ini rasa galendo pun sudah mengalami sedikit perubahan, baik dalam kemasan maupun dalam rasa.

 

Kini ada gelendo rasa asli, gelendo rasa coklat, gelendo rasa keju, dan berbagai macam varian rasa yang bisa kita nikmati.

 

Kemasannya pun dibuat lebih mudah, seperti layaknya coklat batangan terkenal yang banyak dipajang di supermarket.

 

Namun ada juga para pembuat galendo yang masih mempertahankan kemasan yang dibuat dari anyaman bambu. Kemasan anyaman bambu ini dipercaya bisa lebih mempertahankan rasa dari galendo itu sendiri dan juga lebih kepada sebuah pengalaman nostalgia masa lalu.

 

Cara Pembuatan

Pembuatan galendo melalui beberapa tahapan. Mulai dari pengumpulan bahan baku utama dan pemilihan bahan baku, yaitu kelapa. Pengupasan kelapa hingga proses pembuatan menjadi air santan kelapa.

 

Santan kelapa ini, terlebih dahulu direbus menggunakan wajan berukuran besar, hingga santan tersebut berubah warna menjadi kecoklatan. Hampir 2 jam lamanya baru santan tersebut berubah menjadi semacam serbuk. Setelah diperiksa dulu dan dinyatakan sudah matang, baru bahan dasar galendo ini diangkat untuk ditiriskan sejenak.

 

Selanjutnya, tinggal disaring untuk memisahkan serbukan galendo dengan air santan. Setelah terpisah, kini tinggal proses pembuatannya; si serbuk galendo dimasukkan ke dalam cetakan khusus untuk proses pengepresan. Usai pengepresan selama 6 jam, serbuk galendo pun berubah menjadi galendo lempengan/batangan dan siap untuk dikemas.

 

Awalnya galendo Ciamis ini merupakan hasil sampingan pembuat minyak kelapa tradisional (keletik). Namun saat ini banyak pengrajin lebih menggantungkan penghasilan dengan menjual galendo, karena harga gelando jauh di atas minyak kelapa.

 

Untuk itu, cara membuat galendo Ciamis ini dimodifikasi dengan menambah bahan lain tidak hanya ampas minyak kelapa, tetapi juga telah dicampur cokelat, rasa stroberi, dan bahan lain untuk memberikan rasa yang berbeda untuk menambah rasa nikmat galendo.

 

Galendo sangat nikmat jika disertai secangkir teh panas atau kopi pahit, apalagi jika dicocolkan ke dalam gula putih.

 

Dahulu, untuk menikmati kuliner jajanan khas Ciamis ini, orang harus membeli langsung ke rumah-rumah penduduk yang membuat galendo. Namun sekarang, galendo Ciamis sudah tersebar di toko penjual oleh-oleh di beberapa daerah di Indonesia, bahkan sudah dijual di supermarket.

 

Hampir di setiap pusat oleh-oleh yang ada di Kota Ciamis, pasti semuanya menyediakan galendo sebagai barang yang dijajakan sebagai oleh-oleh khas. Di pusat oleh-oleh ini, galendo per kilogram dipatok antara Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Satu kemasan persegi panjang seperti kue bulo atau brownies itu umumnya beratnya sekitar 0,5 kilogram. sedangkan minyak keletik per botol ukuran 100-150 mililiter sekitar Rp15 ribu.* harie – kisuta.com

 


TAG TERKAIT