Rabu, 21 Agustus 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CermatHerbal & Kesehatan
Perkedel Bondon
Garing di Luar, Lembut di Dalam
Kamis, 24 Januari 2019[224]
Garing di Luar, Lembut di Dalam
IST.

KISUTA.com - Inilah perkedel yang mungkin bisa dibilang paling dicari dan paling tenar seantero Bandung.

 

Bagi kita, perkedel hanyalah kudapan sampingan yang biasa mendampingi hidangan berkuah dan hangat, seperti soto dan sup. Namun, Perkedel Bondon di Jalan Kebonjati No.42, Kebon Jeruk, dekat Stasiun Hall, Bandung, justru sebaliknya. Di sini, perkedel menjadi bintang utama dan yang lain hanyalah pendamping sampingannya.

 

Antrean saat berkuliner di Perkedel Bondon ini luar biasa. Saking terkenalnya, para pembelinya bahkan berbondong-bondong, mengantre. Setiap pengunjung diberi nomor antrean sesuai kedatangan. Kita harus mempersiapkan diri untuk datang lebih awal, agar tidak terlalu lama mengantre. Hanya di tempat ini, orang-orang rela antre panjang demi perkedel.

 

Penikmat kuliner Bandung satu ini datang dari berbagai kota. Siapa saja yang sedang di Bandung dan lapar tengah malam, Bondon jadi tujuan. Jadi, mohon sabar dan anggap sebagai hiburan tengah malam.

 

Warung yang menjual Perkedel Bondon buka selama 24 jam. Mau menikmatinya pagi sekali atau malam sekali, bisa saja. Namun, khusus untuk perkedelnya, baru diolah mulai pukul 23.00 WIB. Meski demikian, antrean sudah mengular sejak pukul 22.00-an!

 

Kuliner ini legendaris sejak tahun ‘80-an. Mulanya, Bondon populer di kalangan anak muda Bandung yang pada masa itu pulang berkegiatan larut malam. Keterkenalan sajian enak ini, lanjut sampai sekarang.

 

Digoreng Menggunakan Tungku

Keunikan lain yang dimiliki perkedel ini adalah masih digoreng menggunakan tungku, dengan bahan bakar arang. Tungku atau masyarakat Sunda menyebutnya dengan hawu, masih dipilih oleh pemilik Perkedel Bondon sebagai alat memasak utama. Hal inilah yang juga menambah citarasa kuliner ini menjadi unik dan otentik. Garing di luar dan lembut di dalam. Rasanya ingin menyantapnya lagi, lagi, dan lagi.

 

Perkedel kentang berbentuk kecil yang dihargai Rp2.000/buah ini, lebih nagih saat dimakan bersama sambal terasi khasnya. Perkedel garing nan lembut ini disajikan bersama cocolan sambal ulek.

 

Sambal Perkedel Bondon tidak terlalu pedas, namun memiliki aroma ikan yang lumayan kuat, menambah gurih saat dimakan bersama perkedelnya. Jika kurang, maka kita bisa menambahnya dengan nasi, sayur, dan lauk lainnya. Cicipi selagi hangat, maka dinginnya Kota Bandung pun akan meruap seketika.* harie – kisuta.com


TAG TERKAIT