Selasa, 23 April 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Kampung Buyut Cipageran
Menikmati Nuansa Kesundaan Masa Lalu
Jumat, 1 Februari 2019[272]
Menikmati Nuansa Kesundaan Masa Lalu
IST.

KISUTA.com - Istilah “Buyut” dalam bahasa Sunda mengandung arti turunan ke empat (anak dari cucu) atau leluhur ke empat (orangtua dari nenek dan kakek). Dalam pengertian “kabuyutan”, yang berfungsi sebagai kata sifat, berkonotasi pada pertautan antargenerasi, bentangan waktu yang panjang, dan hal-ihwal yang dianggap keramat atau suci.

 

Demkian juga dengan nama Kampung Buyut Cipageran (Kabuci) Cimahi, berkonotasi sebagai objek wisata yang mencirikan pertautan antargenerasi, bentangan waktu yang panjang, dan hal-ihwal yang dianggap keramat atau suci. Tak heran bila objek wisata yang beralamat di Jalan Kolonel Masturi Km. 3, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, ini berkonsep kampung “kasundaan”.

 

Di dalam tempat ini terdapat sebuah rumah Sunda baheula, yang biasa dijadikan sebagai tempat ngobrol, ngopi-ngopi, sambil menerawang kehidupan masyarakat tempo dulu dari suasana rumah serta perangkat meja-kursi kayu tua yang diduduki. Apalagi di sekeliling tempat ini terdapat banyak pepohonan yang berdiri rimbun, sehingga tempat ini memiliki udara yang cukup sejuk.

 

Sejarah Kabuci

Kampung Buyut Cipageran adalah sebuah areal kawasan wisata di Cimahi Utara yang berdiri di atas luas areal seluas 2.5 hektar. Menurut keterangan salah seorang keluarga pemilik Kabuci, sebelum tahun 2011, kawasan ini merupakan areal perkebunan biasa. Namun seiring berjalan waktu, keluarga pemilik lahan kemudian mengubahnya berkonsep kampung kasundaan.

 

Fungsi kawasan ini menjadi sebuah kampung wisata, oleh karenanya kemudian tempat ini dikenal dengan nama Kampung Kabuyutan. Sejak saat ini, di lokasi lahan tersebut banyak dibangun saung yang terbuat dari pohon bambu, seperti layaknya Kebon Awi Kaffee. Di sini, sering pula digelar atraksi pencak silat dan berbagai kesenian yang identik dengan seni tradisional Sunda lainnya seperti angklung dan jaipongan.

 

Namun pada 2015, keluarga besar pemilik lahan kemudian berembuk kembali, dan mengubah fungsi kampung wisata ini menjadi lebih luas, yaitu sebagai sebuah kawasan konservasi alam, pusat seni dan budaya, serta tempat wisata edukasi tanpa melepaskan unsur budaya Sundanya.

 

Untuk itulah, nama “Buyut”-nya tidak dihilangkan, karena lahan atau kawasan ini merupakan tanah leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan.

 

Kabuci Cimahi berada dekat dengan objek wisata terkenal lainnya di Cimahi, antara lain seperti Kafe Kupu-Kupu, Taman Kupu-Kupu Cihanjuang, Alam Wisata Cimahi, dan Paku Haji.

 

Fasilitas di Kabuci

Sesuai dengan peruntukannya, Kabuci akan dijadikan sebagai kawasan pelestarian alam, maka banyak sekali jenis tumbuhan dan tanaman di sini. Bahkan rencana ke depan, objek wisata alam di Kampung Buyut Cipageran ini akan ditanami banyak jenis varietas tanaman langka.

 

Selain sebagai pusat wisata konservasi alam, Kampung Buyut Cipageran Kabuci Cimahi ini akan jadi pusat wisata seni dan kebudayaan. Untuk itulah, pemilik dan pengelola ini sepakat bekerja sama dengan Komunitas Bambu Indonesia (Indonesia Bamboo Community/IBC). IBC sendiri selama ini selain dikenal sebagai sebuah komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya, para anggotanya memiliki keahlian di dalam membuat berbagai macam produk dari bahan pohon bambu. Dengan demikian, Kabuci Cimahi ke depannya akan menjadi tempat workshop untuk membuat alat-alat musik dari bambu. Salah satunya adalah alat musik tradisional Sunda, yakni angklung seperti yang selama ini ada di Saung Angklung Mang Udjo.

 

Selain menawarkan tempat wisata alam, edukasi, dan seni serta budaya, di kawasan ini telah dilengkapi dengan beragam fasilitas yang lengkap, seperti outbound, camping ground, saung-saung, lapangan luas, restoran, juga areal parkir yang luas.

 

Fasilitas wisata outbound yang telah disediakan di sini, yang bagus untuk bermain antara lain permainan Kabuci Archery. Salah satu fasilitas wisata terbaik yang ada di Kabuci Cimahi adalah tempat camping ground-nya. Tempat berkemah di Kabuci sebaik tempat camping terkenal di Bandung lainnya, seperti Ranca Upas Smart Camp, Grafika Cikole, Eagle Camp di Dusun Bambu, dll.

 

Selain menikmati beragam daya tarik wisata serta fasilitas wisata, pengunjung bisa menikmati beragam kegiatan atau aktivitas wisata menarik yang telah disediakan. Contohnya adalah kegiatan seru seperti membajak sawah, berkebun, dan memanen sayuran.

 

Pada waktu senggang atau istirahat selepas menikmati beragam fasilitas dan aktivitas wisata, selanjutnya kita bisa menikmati minuman kopi.

 

Informasi terakhir, harga tiket masuk ke Kabuci di Cimahi adalah Rp10.000/seorang, yang dibuka setiap hari, pukul 10.00-18.00 WIB. Rute jalan menuju ke objek wisata Kabuci di Cimahi ini sangatlah gampang untuk ditempuh dari mana pun, terlebih rute jalan ini merupakan salah satu akses menuju objek wisata terkenal di lembang seperti Kampung Gajah dan Kampung Daun, atau menuju ke Farmhouse Susu Lembang, Pasar Terapung Lembang, objek wisata ala cowboy dan indian di De’Ranch atau ke Taman Begonia, serta objek wisata The Lodge Maribaya atau Maribaya Natural Hot Spring Resort, Orchid Forest, Pasir Ipis dan Taman Kardus.

 

Namun lokasi wisatanya yang berada di Cipageran Cimahi, akan jauh lebih mudah dijangkau jika kita keluar dari Pintu Gerbang Tol Baros – Cimahi – Jalan Kolonel Masturi. Alternatif lainnya, bagi wisatawan asal Jakarta, bisa keluar dari Tol Cipali di Kalijati – Ciater – Lembang – Jalan Kol Masturi – Cimahi.* harie - kisuta.com


TAG TERKAIT