Senin, 18 Februari 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerdasArtikel Opini
Semangat pagi...
Pelajaran dari Ayam Jantan
Sabtu, 2 Februari 2019[107]

KISUTA.com - Seorang Bani Israil menemui Nabi Sulaiman, dan berkata, "Hai Nabi Allah, aku berharap kiranya engkau mengajariku bahasa binatang."

Sulaiman berkata, "Jika kamu ingin mempelajari bahasa binatang, aku dapat mengajarkannya kepadamu. Namun, jika kamu menginformasikannya kepada orang lain, niscaya kamu mati pada saat itu juga."

"Aku tidak akan memberitahukannya kepada siapa pun," kata Bani Israil.

"Aku telah mengajarkannya kepadamu!" kata Sulaiman.

Orang itu memelihara keledai dan sapi sebagai sarana bekerja di siang hari. Jika petang tiba, dia memberinya makan yang dionggokan di depan keduanya.

Keledai berkata kepada sapi, "Berikanlah jatah makan malammu kepadaku supaya juragan menduga bahwa kamu sakit, sehingga esok kamu tidak disuruh bekerja. Nanti jatah makan malamku akan kuberikan kepadamu."

Sapi pun menghentikan santapannya.

Si pemilik tertawa. Tiba-tiba istrinya datang dan bertanya, "Kenapa tertawa?"

Dia menjawab, "Tidak apa-apa."

Pada hari berikutnya, pemilik memberikan jatah makan keledai dan jatah makan sapi. Sapi berkata, "Bayarlah utangmu tempo hari. Sepanjang siang aku didera rasa lapar dan letih."

Keledai menimpali, "Kamu tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya."

"Bagaimana persoalan sebenarnya?"

"Tadi pagi, juragan kita pergi ke tukang jagal dan mengatakan bahwa sapinya sakit, lalu dia menyuruh agar kamu disembelih sebelum menjadi bangkai. Karena itu, bersabarlah semalam ini dan berikanlah jatah makan malammu kepadaku, sehingga apabila esok tukang jagal datang, dia mendapatimu sudah menjadi bangkai, lalu dia tidak menyembelihmu dan kamu selamat dari kematian. Jika kamu sekarang makan malam, niscaya perutmu buncit. Aku khawatir kamu dianggap gemuk, lalu disembelih. Sungguh aku akan membayar dua jatah makan malamku."

Sapi menghentikan santapannya.

Bani Israil tertawa.

Istrinya bertanya, "Kenapa tertawa? Beritahukanlah kepadaku. Jika tidak memberi tahu, berarti kita cerai."

"Jika aku memberitahukan alasan aku tertawa, niscaya aku akan mati pada saat ini juga."

"Aku tidak peduli," kata istrinya.

"Kalau begitu, bawakan aku tinta dan kertas untuk menuliskan wasiatku. Setelah itu aku akan menceritakannya kepadamu, lalu aku mati."

Si istri mengambil tinta dan kertas. Ketika suaminya menulis, istrinya melemparkan remah roti ke anjing. Namun, remah itu berhasil disambar lebih dahulu oleh ayam jantan dan ia mematuknya. Anjing berkata, "Kamu telah berbuat zalim kepadaku."

"Juragan kita akan mati, nanti kamu akan kenyang dengan adanya kenduri kematian, sedangkan aku akan tetap berada di dalam kandang selama tiga hari, sebab pintunya terkunci. Jika dia mati demi menyenangkan istrinya, maka semoga saja Allah menjauhkan dan memurkai juraganku. Aku sendiri punya 9 istri, tetapi tidak seorang pun yang berani menanyakan kepadaku tentang rahasiaku. Jika aku menjadi dia, niscaya akan kupukul istrinya hingga mati atau dia bertobat dan setelah itu tidak pernah bertanya lagi tentang rahasia suaminya."

Maka Bani Israil itu pun mengambil tongkat, lalu memukul istrinya hingga meminta ampun dan tidak akan menanyakan rahasianya.* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Sufi" - kisuta.com


TAG TERKAIT