Senin, 18 Februari 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Surabi Cihapit
Diburu Ibu-ibu, Didamba Mahasiswa
Senin, 4 Februari 2019[131]
Diburu Ibu-ibu, Didamba Mahasiswa
HARIYAWAN/KISUTA.com

KISUTA.com -- Surabi menjadi salah satu camilan paling ngehits di Bandung. Jajanan tradisional yang paling enak dinikmati sebagai sarapan di pagi hari ini, kini tersaji dalam beragam rasa, topping, dan tampilan yang imut menjadi alasan mengapa jajanan tradisional ini banyak diburu para pendatang dan kaum urban Bandung.

 

Sebagai jajanan khas Jawa Barat yang terkenal sejak zaman Belanda, walaupun saat ini banyak sekali macam surabi, tetapi surabi dengan rasa jadul atau klasik masih terus dinikmati hingga kini. Surabi klasik yang terkenal, yaitu surabi oncom, kinca, dan polos, biasanya kita dapati di pasar tradisional.

 

Satu diantara surabi yang terkenal di Bandung, yaitu Surabi Tradisional Cihapit. Sesuai dengan namanya, Surabi Cihapit terletak di Jalan Cihapit. Letak persisnya di depan Toko Djitu, Bandung.

 

Warung surabi ini bukanlah toko besar, melainkan gerobak sederhana. Di sekeliling gerobak ini, ada beberapa kursi plastik yang digunakan pembeli untuk duduk. Kendati sangat sederhana, pengunjung yang datang cukup banyak. Hal ini tidak lain karena kesetiaannya menyajikan surabi sejak tahun 1991.

 

"Sejak 27 tahun yang lalu, keluarga kami berjualan surabi tradisional di sini dan tidak membuka cabang di mana pun," ujar Juana Malik (22), anak pemilik Surabi Cihapit, ditemui saat melayani pelanggan, beberapa waktu lalu.

 

Surabi Tradisional Cihapit buka dua shift, yaitu pukul 06.00-13.00 WIB dan kembali buka pada sore hari pukul 15.00-22.00 WIB.

 

Jika baraya Kisuta ke tempat ini pagi hari, kita akan menemukan banyak ibu-ibu yang mengantre untuk membeli surabi ini.

 

Kita bisa membawa pulang surabi untuk dinikmati di rumah atau menikmati surabi di lokasi penjualan, karena disediakan pula meja panjang dan kursi di belakang gerobaknya.

 

Baru pukul 15.00 sampai tengah malam, anak muda yang didominasi mahasiswa antre demi mendapatkan seporsi surabi ini.

 

Harga yang dibanderol untuk surabi ini terbilang cukup terjangkau. Harganya berkisar antara Rp2.000-Rp10.000/buah. Ya, tidak hanya enak, harganya memang terjangkau. Karena terjangkau, makanya didamba kantong mahasiswa.

 

Surabi nikmat di Jalan Cihapit ini sebenarnya tidak jauh beda dengan surabi lainnya. Namun, proses memasaknya masih sederhana dengan menggunakan tungku dan kayu bakar sebagai bahan bakarnya. Bahan yang digunakan juga tidak asal. Pemiliknya menggunakan bahan berkualitas, mulai dari santan, tepung terigu, telur, hingga beberapa produk lainnya.

 

Proses untuk membuat adonan juga cukup sederhana, tetapi rasa yang dihasilkan luar biasa enak di lidah.

 

Surabi spesial di tempat makan ini memiliki dua varian, yaitu kering diberi oncom atau disiram kinca alias gula merah. Selain kedua varian ini, ada menu modifikasi dengan aneka topping yang menggugah selera. Ada keju, cokelat, pisang, kismis, ayam, sosis, hingga telur.

 

Jika mau, baraya Kisuta juga bisa mengombinasikan beberapa varian di atas satu surabi. Seperti sosis ayam keju telur ayam yang terdengar menggiurkan dari namanya saja.* harie – kisuta.com


TAG TERKAIT