Rabu, 17 Juli 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerdasArtikel Opini
Semangat pagi...
Tentang Si Hasud
Senin, 22 April 2019[153]

KISUTA.com - Seorang pelayan menghadap raja, berdiri di hadapannya, lalu berkata, "Berbuat baiklah kepada orang yang telah berbuat baik karena kebaikannya, sebab cukuplah bagi orang yang berbuat buruk, keburukan yang telah dilakukannya."

Ada orang lain hasud kepadanya karena ia dekat dan dapat berbicara dengan raja. Maka dia berusaha untuk dapat menemui raja. Setelah berhasil, dia berkata, "Pelayan itu mengatakan bahwa Tuan Raja bermulut bau."

Raja bertanya, "Bagaimana aku dapat membuktikannya?"

"Kami akan mengundangnya supaya menemui raja. Perhatikanlah, jika dia berdekatan dengan Tuan, niscaya dia menutup hidungnya agar tidak dapat mencium bau mulut Tuan."

Si hasud pulang kemudian dia mengundang pelayan itu ke rumahnya. Dia disuguhi makanan yang memakai bawang putih. Pelayan berpamitan kemudian pergi ke kerajaan. Ketika berada di sampingnya, raja berkata, "Mendekatlah kepadaku."

Dia pun mendekat sambil menutup mulut karena khawatir sang raja akan mencium bau bawang putih dari mulutnya. Raja dapat membuktikan kebenaran ucapan si hasud.

Raja memiliki kebiasaan bahwa dia tidak pernah menulis surat kecuali hendak memberikan hadiah. Maka dia menulis surat kepada salah seorang gubernurnya. Dalam surat itu dia menegaskan, "Jika orang yang membawa surat ini tiba, bunuhlah dia, kulitilah, dan jadikanlah sebagai alas, kemudian kirimkan kepadaku."

Si pelayan membawa surat itu lalu berangkat. Di perjalanan dia bertemu dengan si hasud. Dia meminta surat itu dan mengambilnya dengan penuh kerendahan hati dan harapan mendapat hadiah. Dia menyampaikannya kepada gubernur. Sang gubernur berkata, "Dalam surat yang kamu bawa aku disuruh untuk membunuhmu dan mengulitimu."

Dia berkata, "Sebenarnya ini bukan mengenai diriku. Sungguh Allah mengetahui persoalanku. Berilah aku waktu untuk menanyakannya kepada raja."

Gubernur menimpali, "Surat dari raja tidak perlu dikonfirmasikan kembali."

Gubernur pun membunuhnya, mengulitinya, dan menjadikannya sebagai alas, kemudian mengirimkannya kepada raja.

Sang pelayan pergi ke kerajaan seperti biasa. Raja kaget, lalu bertanya, "Apa yang telah kamu lakukan terhadap suratku?"

Dia menjawab, "Aku bertemu dengan si Fulan, lalu dia meminta surat dariku. Maka aku memberikannya."

Raja berkata, "Orang itu pernah menceritakan kepadaku bahwa kamu menuduhku bermulut bau."

"Aku sama sekali tidak pernah menuduh Tuan demikian."

"Lalu, mengapa kamu menutup mulut?"

"Orang itu memberiku makanan yang di dalamnya ada bawang putih. Aku tidak mau jika engkau menciumnya."

"Kembalilah ke kedudukanmu. Cukuplah bagi orang yang berbuat buruk keburukan yang telah dilakukannya."* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Shufi" - kisuta.com


TAG TERKAIT