Rabu, 21 Agustus 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerdasArtikel Opini
Semangat pagi...
Jalan untuk Berjuang
Sabtu, 13 Juli 2019[169]

KISUTA.com - Ada seorang ahli ibadah yang memperlakukan istrinya dengan sangat baik, hingga wafatnya. Kemudian dia ditawari untuk menikah lagi. Namun, dia menolak seraya berkata, "Aku lebih senang melajang."

 

Orang itu berkisah, "Seminggu setelah istriku meninggal, aku bermimpi seolah-olah pintu-pintu langit terbuka dan seolah-olah ada sejumlah laki-laki yang turun dan berjalan di udara berbanjar-banjar. Tatkala salah seorang di antara mereka melihatku, dia berkata kepada teman yang ada di belakangnya, 'Inilah orang yang merugi itu.' Yang lain mengiyakan. Demikian pula dengan orang yang ketiga."

 

Aku tidak punya nyali untuk bertanya kepada mereka. Tatkala orang yang terakhir melintas di depanku, aku bertanya, "Siapakah yang dimaksud orang yang merugi oleh mereka?"

 

Dia menjawab, "Kamu."

 

Aku bertanya, "Mengapa begitu?"

 

Dia berkata, "Selama ini kami melaporkan amalmu bersama amal orang-orang yang berjuang di jalan Allah Ta'ala. Namun, sejak seminggu yang lalu kami diperintahkan untuk menyetarakan amalmu dengan amal orang-orang yang tidak ikut berjihad. Kami tidak tahu, apa yang telah terjadi denganmu."

 

Ahli ibadah itu berkata kepada saudara-saudaranya, "Kawinkanlah aku!"

 

Sejak itu dia tidak pernah beristri kurang dari dua atau tiga.* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Shufi" - kisuta.com


TAG TERKAIT