Rabu, 21 Agustus 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Hijir Ismail
“Pintu Surga” yang Mustajab
Kamis, 8 Agustus 2019[81]
“Pintu Surga” yang Mustajab
IST.

KISUTA.com - Hijir Ismail adalah salah satu bagian dari Ka’bah yang terletak antara Rukun Syamin dan Rukun Iraqi. Dipagari oleh tembok rendah (al-Hatim) berbentuk setengah lingkaran. Hijir Ismail ini dahulu adalah tapak rumah keluarga Nabi Ibrahim. Di situlah Nabi Ismail tinggal bersama sang ibu, Siti Hajar, dan kemudian menjadi kuburan mereka berdua.

 

Ketika Ka’bah dipugar oleh suku Quraisy pada tahun 606 M, yaitu sewaktu Nabi Muhammad berusia sekitar 35 tahun, mereka kehabisan dana yang halal untuk dapat membangun Ka’bah seukuran aslinya. Karena itu, mereka mengurangi panjang tembok sisi barat dan sisi timur serta di bagian utara kurang lebih tiga meter. Itulah sebabnya luas Ka’bah menjadi berkurang sedang luas Hijir Ismail menjadi bertambah. Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah, karena itu jamaah yang melakukan thawaf harus mengitari pula Hijir Ismail.

 

Hijir Ismail merupakan bagian Ka’bah yang memiliki keistimewaan tersendiri. “Bagian” ini pun merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram dikisahkan, pada suatu hari ketika Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya kota Mekah, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS : “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti”.

 

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Wahai Abu Hurairah, di pintu Hijir Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan shalat dua rakaat di Hijir Ismail; kamu telah diampuni dosa-dosamu. Maka mulailah dengan amalanmu yang baru”.

 

Ibadah yang dapat dilakukan di dalam Hijir Ismail ialah melakukan shalat sunat, berdoa dan berzikir. Keutamaan shalat di Hijir Ismail itu sama dengan shalat di dalam Ka’bah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a. yang berbunyi : ‘Dari Aisyah r.a. katanya; ‘Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya. Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah”.

 

Shalat di Hijir Ismail adalah sunnah, dalam arti tidak wajib dan tidak ada kaitan dengan rangkaian kegiatan ibadah haji atau ibadah umrah. Kini Hijir Ismail ini setiap saat dipenuhi hamba-hamba Allah, terutama ketika musim haji. Ditempat ini jamaah shalat, berdoa dan sebagainya. Tempat ini sama mulianya dengan di dalam Ka’bah. Pada saat shalat wajib, tempat ini diisi oleh jenazah-jenazah yang akan dishalatkan, sehingga shalat yang bisa dilakukan di situ adalah shalat sunnah.

 

Karena keistimewaannya tempat ini selalu penuh. Bagi yang ingin shalat di sini lebih baik tidak sendiri, pergilah berombongan. Pada saat melakukan shalat, lakukanlah bergantian, sebagian shalat sebagian lainnya menjaga di sekitarnya. Karena penuh, desakan dan dorongan terjadi di sini sehingga orang tidak cukup waspada ketika melangkah. Yang ditakutkan adalah ada orang yang tidak sengaja menginjak orang yang dalam keadaan sujud.* Abu Ainun - kisuta.com


TAG TERKAIT