Rabu, 21 Agustus 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Jamarat
Jembatan Antrean Jutaan Umat
Jumat, 9 Agustus 2019[103]
Jembatan Antrean Jutaan Umat
IST.

KISUTA.com - Tenda berwarna putih di kawasan Mina yang dari kejauhan tampak bagaikan amparan jamur mampu menampung jutaan jamaah haji yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia untuk menunaikan rukun Islam kelima itu. Dilapisi bahan teflon tenda tersebut mampu menahan panas api sampai dengan suhu 700 derajat Celcius.

 

Sejumlah lokasi penting berada di Mina seperti Jamarat (tempat melontar batu di tiga jumrah), masjid bersejarah Al-Khaif dan Masjid Al-Baiat, tempat Nabi Muhammad membaiat kaum Ansor. Juga terdapat 8 rumah jagal yang dibangun oleh Bank Pembangunan Islam dan mampu menampung l,5 juta hewan kurban yang berada di lembah Muaishim, timur Mina.

 

Kawasan Jamarat membentang seluas 20 hektare di areal barat Mina terdiri dari Jumrah Ula, Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah. Jumrah Wustha berjarak 150 meter dari Jumrah Ula, sedangkan Jumrah Aqabah berjarak 190 meter dari Jumrah Wustha.

 

Ritual melontar jumrah dilakukan untuk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda setan agar membangkang dari perintah Allah untuk menyembelih puteranya, Ismail. Pelaksanaan melontar jumrah dilakukan pada l0 Zulhijah dengan melontar Jumrah Aqabah mulai saat tergelincirnya matahari di tengah hari sampai tengah malam, dilanjutkan sampai ketiga hari setelah itu (hari Tasyrik) dengan melontar ketiga jumrah (Ula, Wustha, Aqabah) mulai saat tergelincirnya matahari sampai tengah malam.

 

Saat ini lima tingkat jembatan Jamarat sudah dioperasikan dan mampu menampung sekaligus 300.000 jamaah yang hendak melontar jumrah. Petugas keamanan akan mengatur agar tiap gelombang jamaah tidak lebih dari jumlah tersebut. Gelombang berikutnya baru diizinkan masuk jembatan Jamarat setelah gelombang sebelumnya usai melontar jumrah dan sudah meninggalkan jembatan Jamarat.

 

Sekitar 12.000 Satpam diterjunkan untuk mengamankan jamaah yang sedang melontar jumrah, dibantu ratusan kamera (CCTV) yang diawasi dari Ruang Operasi sehingga memungkinkan petugas pengamanan segera tiba jika terjadi sesuatu.

 

Jembatan Jamarat bisa diakses melalui tiga terowongan, 11 jalan masuk dan 12 jalan keluar, dilengkapi lapangan udara (sejumlah helipad) dan sistem pendingin udara (cooling system) yang menyemprotkan butir-butir uap air untuk menjaga suhu udara agar tidak lebih dari 29 derajat Celcius.

 

Mengantisipasi peningkatan jumlah calon haji di masa-masa mendatang, jembatan Jamarat didesain untuk bisa ditingkatkan lagi menjadi 12 lantai sehingga mampu menampung lima juta jamaah yang hendak melontar jumrah sekaligus.

 

Areal Jamarat juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang diperlukan jamaah seperti toko-toko kebutuhan sehari-hari, tukang pangkas, warung dan gerai-gerai makanan, deretan toilet umum dan pusat layanan kesehatan.* Abu Ainun - kisuta.com


TAG TERKAIT