Sabtu, 14 Desember 2019Tentang Kami|Kontak Kami
CerdasArtikel Opini
Semangat pagi...
Merawat Syahwat
Jumat, 15 November 2019[134]

KISUTA.com - Dzun Nun al-Mishri berkata, "Kunci ibadah ialah pikiran. Tanda ketepatan ialah menyalahi nafsu dan syahwat. Menyalahi tuntutan nafsu adalah dengan mengabaikan keinginannya."

 

Sehubungan dengan pernyataan Dzun Nun itu, Ja'far bin Nashir menceritakan pengalamannya bahwa al-Junaid pernah menyuruhnya untuk membeli buah tin sebanyak satu dirham.

 

Ketika itu waktu berbuka, dia mengambil satu dan memakannya akan tetapi kemudian dia memuntahkannya kembali sambil menangis dan berkata, "Aku akan memikulnya."

 

Ketika ditanya tentang hal itu, dia menjawab, "Hatiku membisikkan, 'Apakah kamu tidak malu kepada syahwat yang keinginannya kamu abaikan melalui shaum karena Allah, kemudian kamu kembali kepada syahwat?"

 

Abu Sulaiman ad-Darani rahmahullah berkata, "Barangsiapa yang berbuat baik pada malam hari, maka dicukupilah siang harinya. Barangsiapa yang berbuat baik di siang hari, dicukupilah malam harinya. Barangsiapa yang bersedekah dalam rangka mengabaikan tuntutan syahwatnya, maka dicukupilah biaya hidupnya. Alangkah teganya jika Allah menyiksa qalbu yang mengabaikan tuntutan syahwat karena-Nya."* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniah Kaum Shufi" - kisuta.com


TAG TERKAIT