Selasa, 31 Maret 2020Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Tradisi Hanami
Botram di Bawah Sakura Mekar Berbunga
Sabtu, 29 Februari 2020[171]
Botram di Bawah Sakura Mekar Berbunga
Dina/KISUTA.com

KISUTA.com - Setiap negara mempunyai tradisi terkait dengan kehidupan masyarakatnya. Begitu juga dengan negara matahari, Jepang yang mempunyai tradisi bernama “Hanami”. Tradisi menikmati mekarnya bunga sakura ini, sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat Jepang.

 

Mengapa bunga sakura? Bagi negara Jepang, pohon sakura ternyata mempunyai arti penting, tak hanya berhubungan dengan keindahan, tetapi juga dengan kekuasaan. Pada masa pendudukan, Jepang selalu menanam pohon sakura sebagai tanda bahwa lahan tersebut merupakan wilayah kekuasaan Jepang.

 

Tak hanya melihat indahnya bunga sakura bermekaran, saat melakukan tradisi “Hanami”, masyarakat Jepang juga melakukan acara makan bersama di bawah pohon sakura. Masyarakat membawa berbagai macam makanan yang dimaksudkan sebagai sajian kepada para dewa dan sebagai bagian dari upacara menghormati kedatangan para dewa.

 

Masyarakat sengaja membawa anggota keluarganya untuk bersama-sama menikmati tradisi yang hanya ada saat bunga-bunga sakura bermekaran. Bagi penulis, suasananya mirip dengan acara botram di masyarakat Sunda, Jawa Barat. Tak heran jika tradisi “Hanami” sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jepang ketika musim semi tiba.

 

Tradisi “Hanami” awalnya hanya dilakukan oleh kaum bangsawan Jepang. Tradisi ini tercatat untuk pertama kalinya di Nihon Shoki sekitar abad ke-3 Masehi. Namun kemudian tradisi ini juga dilakukan oleh kalangan samurai, dan selanjutnya dengan perkembangan zaman menjadi tradisi yang bisa dilakukan oleh semua kalangan masyarakat di Jepang.

 

Mengingat pentingnya hanami dan ketergantungan pembungaan sakura terhadap suhu, cuaca dan ketinggian lokasi, pemerintah Jepang memandang perlu untuk memantau cuaca dan meng-update lokasi-lokasi bunga sakura yang sedang bermekaran.* Dina Sudjana - kisuta.com