Selasa, 31 Maret 2020Tentang Kami|Kontak Kami
CerahWisata & Sejarah
Setelah 150 Tahun di Belanda
Kembalinya Keris Pangeran Diponegoro
Minggu, 8 Maret 2020[318]
Kembalinya Keris Pangeran Diponegoro
Dok. KBRI

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid van Engelshoven (kiri); Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja (tengah) dan Direktur Nationaal Museum van Wereldculturen, Stijn Schoonderwoerd (kanan) saat penyerahan keris Pangeran Diponegoro.*

KISUTA.com - Keris milik Pangeran Diponegoro yang sempat tidak diketahui kabarnya, akhirnya ditemukan dan dikembalikan ke Indonesia. Keris ini ditemukan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, dan beberapa hari kemudian langsung diserahkan ke Museum Nasional Indonesia.

 

Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda. "Saya bahagia bahwa penelitian mendalam ini, yang diperkuat ahli Belanda dan Indonesia, menjelaskan bahwa ini adalah keris yang dicari-cari selama ini. Sekarang keris ini dikembalikan ke negeri asalnya: Indonesia," ucap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Inggrid van Engelshoven.

 

Keris yang sangat bersejarah ini telah diterima Duta Besar Indonesia I Gusti Agung Wesaka Puja di Kedubes RI di Den Haag. Kemudian pada Kamis (5/3/2020) Dubes Puja menyerahkannya langsung ke Kepala Museum Nasional Indonesia, Siswanto.

 

"Semoga hari ini menjadi berkat bagi kita semua. Karena hari ini merupakan momentum yang bersejarah dengan kembalinya keris Pangeran Diponegoro sejak keluar dari Tanah Air kita 150 tahun lalu," ucap Dubes Puja, dikutip dari Historia.id.

 

Pada 10 Maret mendatang keris bernama Kiai Nogo Siluman ini akan dipamerkan di pertemuan Raja Belanda Willem-Alexander dengan Presiden RI Joko Widodo. Keris bersejarah ini juga akan dipamerkan secara khusus di Museum Nasional, bersama benda-benda pusaka Pangeran Diponegoro lainnya.

 

Di antaranya adalah barang-barang yang dikembalikan tahun 1978 yaitu tombak, pelana kuda, dan payung kehormatan. Tongkat Kyai Cokro yang dikembalikan pada 2015 lalu juga ikut dipamerkan.

 

Historia.id menerangkan, Quist dan Leigfeldt menemukan tiga keterangan yang mengarah ke identifikasi keris Kiai Nogo Siluman. Keterangan pertama berasal dari surat Sentot Prawirodirjo, mantan perwira Perang Diponegoro. Keterangan kedua didapat dari Kolonel Jan-Baptist Cleerens yang membawa keris itu. Lalu yang ketiga, keterangan dari Raden Saleh, pelukis yang menggambarkan bentuk keris Kiai Nogo Siluman.

 

Bukti-bukti ini kemudian dikonfirmasi oleh Sri Margana, yang juga tergabung dalam tim ahli Indonesia. 24 Februari 2020 Margana terbang ke Belanda guna memastikan keaslian keris tersebut.

 

Keris Kiai Nogo Siluman berbahan dasar besi warna hitam dengan ukiran warna emas. Di sekujur bilah keris terdapat wujud naga yang tubuhnya memanjang. Dulunya, tubuh naga itu berlapis emas tapi sekarang hanya tersisa beberapa jejak emasnya. Ukiran naga juga tersembunyi di bagian bawah, berdekatan dengan gagang keris. Sosok naga ini hanya bisa dilihat dari posisi tertentu.

 

Kembalinya keris Pangeran Diponegoro ke Indonesia juga menandai "reuni" barang-barang peninggalan pemimpin Perang Diponegoro itu. Tahun 1975 terjalin perjanjian antara Indonesia dan Belanda untuk pengembalian warisan budaya dari tokoh-tokoh sejarah.* das - kisuta.com