Selasa, 31 Maret 2020Tentang Kami|Kontak Kami
CernaUnik Menarik
Jika RS Kehabisan Kapasitas
Di Bandung, Pasien Corona akan Dirujuk ke Hotel
Rabu, 25 Maret 2020[264]
Di Bandung, Pasien Corona akan Dirujuk ke Hotel
IST.

HOTEL Grand Serela Setiabudhi di Kota Bandung.*

KISUTA.com - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) sudah mengecek Hotel Grand Serela Setiabudhi di Kota Bandung yang siap menjadi rumah sakit rujukan pasien Corona (Covid-19). Kalau daya tampung rumah sakit sudah penuh, hotel ini akan difungsikan untuk merawat pasien.

 

"Bila skenario terburuk yang terjadi dengan semua RS sudah kehabisan kapasitas lagi," kata Kepala Dinkes Jabar Berli Hamdani via pesan singkat kepada detikcom, Selasa (24/3/2020).

 

Pihak Dinkes Jabar sudah melakukan survei ke hotel tersebut. Berkaitan soal fasilitas, Dinkes menyediakan yang menjadi kewenangannya.

 

"Sudah disurvei. Pastinya perlu banyak modifikasi, Dinkes menyediakan yang menjadi kewenangan Dinkes saja," ucap Berli.

 

Kagum Group mendukung penuh langkah Pemprov Jabar dalam penanganan pasien Corona. Pihak Kagum Group menegaskan siap menjadikan salah satu hotelnya, Grand Serela Setiabudhi, sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

 

Business Development Director Kagum Group, Rena Husada mengatakan, perencanaan Hotel Grand Serela disiapkan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 sudah dibicarakan bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil. "Minggu lalu, saya sudah bertemu dengan Pak Ridwan Kamil, disambut positif, kita mau menjadikan hotel untuk PDP atau ODP," kata Rena via sambungan telepon.

 

Menurut Rena, pihak Dinkes Jabar sudah meninjau langsung hotel tersebut. "Waktu kemarin, Minggu (22/3), Dinkes Jabar cek, ternyata 98 persen layak," sebutnya.

 

Rena mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan Kagum Group sebagai bentuk kemanusiaan. "Kami lihat semakin banyak yang kena Corona. Kami takutnya, ada kekurangan, kami ingin turut serta membantu pemerintah," ucap Rena.

 

Sebanyak 99 kamar yang ada di hotel tersebut, ujar Rena, dapat digunakan dan disulap menjadi ruangan rawat inap pasien Covid-19. "Kamarnya pun cukup luas," ucapnya.

 

"Ini sudah dapat hasil survei, next-nya kita tunggu kabar pemerintah kapan mau dimulai. Kalau kita dapat kabar, kita akan langsung kosongkan," kata Rena.

 

Untuk teknisnya nanti, ia menjelaskan, karyawan di hotel tersebut akan dipindah tugaskan dulu ke 15 hotel lain milik Kagum Group. "Secara bisnis, pasti ada ruginya. Berarti kan enggak ada pemasukan. Cuman kami sekarang pikirnya bukan untung rugi, harta benda, tapi kami pikirnya ingin membantu sesama," tutur Rena.* das - kisuta.com